Friday, 27 November 2020

Dinilai Tidak Ada Sengketa, Nasor Cabut Patok Desa

post-top-smn
Nasor bersama keluarga didampingi kuasa hukumnya setelah pencabutan patok serta pemasangan pagar.

Nasor bersama keluarga didampingi kuasa hukumnya setelah pencabutan patok serta pemasangan pagar.

Pasuruan, SMN – Ulah Kepala Desa Tampung Kecamatan Lekok Kabupaten Pasuruan yang menyetujui penanaman patok batas tanah dan memberikan putusan sepihak kepada orang lain atas hak tanah pekarangan milik ahli waris Sulaiman, dinilai ngawur dan mendahului putusan pengadilan oleh Nasoruddin selaku salah satu ahli waris.

Didampingi kuasa hukumnya dari LBH TNT Pasuruan Nasor bersama Sai/ kakaknya menyesalkan atas sikap arogansi M. Nizar selaku kepala desa Tampung serta oknum staff Kecamatan Lekok yang menanam patok di tanah pekarangan miliknya. Nasor bersama saudara-saudaranya pada akhirnya menutup tanah pekarangan dengan pagar bambu serta mencopot ke- enam patok yang tertanam sebagai bentuk penguasaan atas tanah yang telah lama dikuasainya.

Lebih lanjut Nasor menceritakan bahwa sejak almarhum Sodik/ bapaknya dulu masih hidup, sudah ada dua kubu yang mengeklaim hak kepemilikan dan bersengketa memperebutkan tanah peninggalan Sulaiman kakeknya. Lucunya lagi, selama ini para pihak ahli waris Sulaiman yang berhak atas tanah tersebut malah cuman dijadikan saksi perseteruan kedua kubu yang sama-sama tidak mempunyai bukti kepemilikan yang sah dan hanya mengatakan pernah membeli dari orang lain dan bukan membeli dari ahli waris Sulaiman karena baik secara fisik penguasaan maupun legal formalnya masih atas nama Sulaiman atau atas nama P. Saimah (man) sesuai buku C desa Tampung Kec. Lekok Kab. Pasuruan.

Dari LBH TNT Pasuruan melalui Arwhien selaku salah satu kuasa hukum dari Nasor, ketika ditemui wartawan media ini mengatakan bahwa permasalahan tanah milik ahli waris Sulaiman tidak bisa dikatakan sengketa karena dari ahli waris sendiri tidak merasa memperebutkan tanah pekarangan tersebut dengan pihak lain, melainkan adanya dua kubu yang saling bersiteru untuk memperebutkan tanah tersebut tanpa alas bukti yang sah. “Jadi kenapa dari ahli waris Sulaiman selaku pemilik sah atas tanah pekarangan tersebut ikut ambil pusing adanya perseteruan kedua kubu yang tidak jelas kepemilikannya, kalaupun ada yang mau menggugat atas hak tanah milik ahli waris Sulaiman, silahkan ajukan gugatan ke pengadilan negeri Bangil”, ujar Arwhien menjelaskan. (badri)

post-top-smn

Baca berita terkait