Thursday, 1 October 2020

Dindik Jatim Minta Siswa Tetap Serius dan Persiapkan Diri Hadapi UN

post-top-smn
Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur

Jatim, SMN – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan digelar pada 6 April mendatang. Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur meminta siswa tetap serius dan mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN).

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rahman mengatakan meski tidak lagi menentukan kelulusan, UN tetap menjadi tahapan yang penting untuk dilalui dengan hasil maksimal. Sebab, saat ini beberapa perusahaan dan perguruan tinggi masih ada yang menjadikan hasil UN sebagai salah satu pertimbangan penerimaan.

“Tidak boleh diremehkan. UN masih sangat menentukan masa depan lulusan. Baik yang melanjutkan ke perguruan tinggi maupun bekerja,” terangnya, Rabu (23/2) dikonfirmasi.

Ia menjelaskan siswa setidaknya dapat melampaui nilai Syarat Kompetensi Kelulusan (SKL) atau mendapat nilai diatas 5,5. Hasil tersebut dapat lebih menjamin siswa SMA/SMK lebih percaya diri dan tidak akan muncul kekhawatiran karena sudah teruji di UN.

Selain itu, UN 2016 juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan untuk memperoleh hasil terbaik mengingat tahun sebelumnya Jawa Timur cukup tinggi yang mendapat dibawah SKL. Selanjutnya, mengurangi image buruk bahwa UN hanya kegiatan yang sia-sia. Sebab, dengan soal yang cukup sulit, para siswa harus belajar sungguh-sungguh. “UN ini untuk pemetaan, hasil UN ini nanti buat melihat kemampuan siswa dan nantinya dipetakan untuk langsung dibina,” ungkap Saiful.

Sementera itu, Kabid Analisis dan Sistem Penelitian Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), Suprananto menyatakan para siswa calon peserta UN harus semakin banyak berlatih soal-soal untuk persiapan. Karena tahun ini, pemerintah mempersiapkan lebih banyak soal dengan klasifikasi kemampuan analisa tingkat tinggi atau dikenal dengan Higher Order Thinking (HOT).

Soal tersebut, menurutnya membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi ini jumlahnya bisa mencapai 20 persen per mata ujian. Persentase ini meningkat di banding tahun lalu yang hanya 10 – 15 persen per mata ujian. “Kita sudah mengupayakan agar soal dengan klasifikasi HOT semakin banyak. Namun, itu juga tergantung mata pelajarannya. Karena tidak semua Mapel bisa menggunakan soal semacam ini,” tuturnya.

Hal lain yang berbeda, UN 2016 akan menggunakan soal-soal irisan dari dua kurikulum, yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Kurikulum 2013. Artinya, materi soal yang muncul berorientasi  dua model kurikulum tersebut. “Mana diantara materi-materi pelajaran itu yang diajarkan di KTSP juga di K-13. Yang sama itulah yang akan diujikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hasil ujian nasional (UN) SMA/MA dan SMK tahun lalu di Jawa Timur yang mendapat nilai rata-rata 5,5 ke bawah, tercatat sekitar 35 persen dari jumlah total peserta UN. Sebagai solusi, Kemendikbud menyediakan UN Perbaikan. UN perbaikan tidak mempengaruhi kelulusan siswa karena kelulusan sepenuhnya kewenangan sekolah. Jadi siswa bisa saja dinyatakan lulus dan sudah diterima di jenjang pendidikan lebih tinggi, namun tetap bisa mengikuti UN perbaikan untuk membenahi perolehan nilainya yang dianggap kurang. (Kominfo Jatim)

post-top-smn

Baca berita terkait