Saturday, 26 September 2020

Dibuang, Bayi Perempuan Jadi Rebutan

post-top-smn
Bayi perempuan yang dibuang jadi perhatian masyarakat

Bayi perempuan yang dibuang jadi perhatian masyarakat

Ngawi, SMN Sungguh tega ibu yang membuang bayinya sendiri, namun inilah yang terjadi di Babadan Kecamatan Pangkur, Ngawi, 8 April 2016. Seorang bayi perempuan yang bersih dan cantik, ditempatkan dalam tas kresek hitam serta digantungkan di stang sepeda motor seorang warga.

Untunglah, karena cepat ditemukan, bayi perempuan itu tetap hidup. Setelah menjalani perawatan di Puskesmas bayi itu berhasil selamat dan bahkan menjadi rebutan bagi warga untuk diadopsi. “Namun kita harus menunggu hasil penyelidikan lebih dulu, untuk sementara memang dirawat warga,” ujar Suyut,seorang warga Pangkur.

Kejadian pada Jumat siang itu bermula ketika Kaeran, seorang petani asal Desa Babadan Kecamatan Pangkur, menengok sawahnya. Dia pun memarkir sepeda motor di pinggir sawah. Namun alangkah terkejutnya saat akan pulang, di setang sepeda motornya sudah ada tas kresek tergantung. “Saya kira anak kucing karena kelihatan bergerak-gerak, ternyata seorang bayi,” ujarnya.

Temuan bayi ini pun menjadikan heboh dan sekejap saja, Desa Babadan menjadi jujugan warga yang ingin melihat kebenaran penemuan bayi itu. “Lha ya semua heran, kok ada bayi digantung di sepeda motor orang, kelihatannya baru saja lahir,” ungkap Nur Azizah, salah satu warga.

Bayi yang ditemukan dirawat di Puskesmas Pangkur

Bayi yang ditemukan dirawat di Puskesmas Pangkur

Bayi mungil itu kemudian dibawa ke seorang bidan dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pangkur. Perkiraan petugas Puskesmas, bayi itu terlahir hanya empat jam sebelum dibuang. Bayi dengan bobot 2 kilogram lebih itu kini dalam perawatan wara sampai polisi berhasil menemukan orangtua yang tegas membuang bayi tak berdosa tersebut. “Secara umum, kondisi bayi baik dan sehat, dan sudah banyak yang menyatakan mau merawat,” ujar Sri Wahyuni, petugas Puskesmas Pangkur. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait