Tuesday, 24 November 2020

Desperindag Kab. Pasuruan Telah Lakukan Tera dan Tera Ulang Kepada Para Pedagang yang Curang

post-top-smn

2017-04-21-23-17-00--168590132

Pasuruan, SMN – Untuk mengantisipasi akan terjadinya kecurangan dalam proses jual beli yang dilakukan para Pedagang, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) secara intensif telah melakukan tera ulang terhadap semua jenis diantaranya, timbangan yang dipergunakan oleh para pedagang maupun SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dan Jembatan Timbang untuk mengetahui berat barang yang di angkut oleh truk disel dan lain sebagenya yang ada di Kabupaten Pasuruan.

Daya Uji, Kabid Metrologi Legal pada Disperindag Kabupaten Pasuruan menjelaskan, pelaksanaan tera ulang ini sudah dilakukan sejak pada tanggal 27 Januari, atau sebulan setelah Disperindag yang memiliki bidang baru, yaitu Metrologi.

Kegiatan Tera Ulang pada para pedagang pasar dan SPBU adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mengontrol juga mengawasi proses jual beli yang dilakukan oleh para pedagang di tengah-tengah masyarakat.

“Kegiatan ini rutin kita laksanakan, tentunya kegiatan ini kita lakukan untuk mengawasi dan mencegah akan  terjadinya kecurangan dalam proses jual beli yang dilakukan oleh para penjual nakal, jelas Daya Uji, Selasa (18/04/2017) lalu.

Lebih lanjut Daya Uji menjelaskan, Proses tera ulang ini dilakukan dengan menggunakan dua system, yaitu atas permintaan para pemohon, khususnya untuk alat ukur yang tidak bisa dipindahkan  seperti jembatan timbang dan SPBU serta tera di tempat siding, baik timbangan meja, timbangan elektrik dan timbangan yang lainnya.

“Kalau untuk tera ulang di pasar sudah ada sekitar 260 timbangan meja, dan untuk perusahaan dan SPBU sudah ada 92 para pemohon yang mengajukan permohonan tera ulang kepada kami. Tera Ulang ini kami lakukan sekali dalam satu tahun,”

Untuk melakukan tera maupun tera ulang, Disperindag Kabupaten Pasuruan telah bekerja sama dengan Disperindag dan Pasar Kabupaten Malang, Disperindag masih belum memiliki SK Kemampuan pelayanan tera atau tera ulang dalam kelengkapan sarana prasarana juga SDM penera.

“Kita punya 2 petugas yang sudah kami diklat dan 1 petugas lagi yang merupakan pelimpahan dari Propinsi. Oleh sebah itu, untuk sementara waktu kami tidak bisa melakukan sendirian dalam melaksanakan tera maupun tera ulang,” pungkasnya.

Tambahan dari Daya Uji, biasanya semua kegiatan tera dan tera ulang telah memberikan kontribusi PAD Kabupaten Pasuruan. Terhitung pada tanggal 27 Januari hingga pertengahan mei, jumlah penerimaan dari hasil tera dan tera ulang telah mencapai sebanyak Rp 158.786.900. Namun hanya saja, Daya Uji tidak memasang target berpa-berapa dari hasil yang didapatkan untuk menambah PAD daerah, karena progam ini masih baru dan masih banyak melakukan penyesuaian dilapangan.

“Insya Allah tahun depan kita akan  mentargetkan berapa nominal dari jumlah kegiatan tera dan tera ulang yang kita lakukan di Kabupaten Pasuruan,” imbuhnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait