Friday, 2 October 2020

Dana Desa Besar, Peran Kelembagaan Masyarakat Tak Boleh Lemah

post-top-smn
pencanangan budan asuh untuk bumil ditandatangani bupati  ngawi

pencanangan budan asuh untuk bumil ditandatangani bupati ngawi

Ngawi, SMN – Peran serta masyarakat tak perlu menjadi kendor dengan banyaknya anggaran yang dikelola pemerintah desa. Sebaliknya, dengan keberadaan anggaran yang lebih leluasa dimanfaatkan di desa-desa, peran serta dan pemberdayaan masyarakat desa harus berjalan maksimal dan semakin meningkat. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ngawi, M. Shodiq Tri W, saat puncak acara Bulan Bhakti Gotong Royong BBGRM) ke-13, di Sirigan, Kecamatan Paron, 20 September 2016 lalu. “Justru dengan anggaran yang semakin besar, pengelolaan harus semakin baik, meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat desa itu sendiri,” ujar Shodiq.

Bulan Bhakti Gotong Royong itu sendiri diramaikan dengan pertunjukan ketoprak humor Kirun dan juga pemberian bantuan untuk kelompok-kelompok masyarakat, diantaranya dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikutura serta Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana. Bantuan itu diharapkan dapat menjadi modal bagi pokmas untuk lebih produktif dan sejahtera.

Dalam BBGRM tahun ini, sekaligus memperingati hari kesatuan gerak PKK dan menjadi momentum pencanangan orangtua asuh/bunda asuh untuk ibu hamil, ibu hamil anemia dan eklamsia. Pelaksanaan program itu sendiri dilakukan untuk ibu hamil yang termasuk kategori tidak mampu dengan jumlah, nama dan alamat yang sudah ditentukan.

Selain pencanangan orangtua asuh ibu hamil dan pemberian bantuan adanya BBGRM juga diharapkan menjadi ajang kerjasama bagi masyarakat melalui peran serta lembaga kemasyarakatan. “Dengan BBGRM ke-13 tahun ini, kita harapkan agar menjadi pengingat bahwa gotong royong tak boleh hilang dan menadi ciri khas dari kehidupan berbangsa di Indonesia ini,” ungkap Shodiq. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait