Wednesday, 21 October 2020

Dampak Penebangan Pohon, Warga Kekurangan Sumber Air

post-top-smn
Supakma Perwakilan Masyarakat dan sebagai Tokoh Masyarakat Tamansari Sikapi Sulitnya Sumber Mata Air

Supakma Perwakilan Masyarakat dan sebagai Tokoh Masyarakat Tamansari Sikapi Sulitnya Sumber Mata Air

Banyuwangi, SMN – Kini, warga masyarakat yang bertempat tinggal disejumlah 6 (enam) titik dusun yang berada dilokasi Desa Tamansari, Kecamatan Licin mengalami paceklik airbersih dan debit sumber mata air berkurang.

Seperti yang diungkapkan salahsatu Tokoh Masyarakat (Tomas) warga Desa Tamansari, Supakma atau biasa dipanggik Pak Ek ketika dikonfirmasi SMN dikediamannya mengatakan, dari sebanyak 7 (tujuh) dusun yang terdapat di Desa Tamansari sudah 2 tahun ini mengalami penyusutan air bersih. Terkecuali, di Dusun Krajan masih terpenuhi kebutuhan air bersihnya.

Menurutnya, persoalan paceklik air bersih yang berdampak bagi warga masyarakat itu muncul dikarenakan adanya sejumlah titik lokasi penebangan pohon yang secara terus menerus tidak terkontrol terdapat di beberapa titik zona penghasil sumber mata air. Diantaranya, daerah buffer zona dan tanaman keras yang ada dilokasi hutan cadangan berada di wilayah areal perkebunan lidjen.

Begitupula, sejumlah titik lokasi yang terdapat disepanjang sempadan aliran sungai terdapat tanaman bambunya sudah banyak dilakukan penebangan secara liar tanpa memikirkan erosi dan dampak kedepannya dilakukan oleh warga setempat. Sehingga, saat ini tanpa disadari sudah mengakibatkan volume debit air yang berfungsi sebagai penyimpan sudah tidak mampu menyerap air dengan maksimal.

“Kondisi ini sudah dialami oleh warga dusun yang bertempat tinggal di Dusun Kebondadap, Dusun Tanah Los, Dusun Belimbingsari dan Dusun Sumber Watu. Terbukti hingga saat ini, disaat musim penghujan saja sudah mengalami kesulitan air bersih. Bagaimana nanti disaat musim kemarau tiba, apa tidak semakin parah nasib warga masyarakat disini. Padahal, wilayah Kecamatan Licin ini merupakan suatu wilayah yang kaya akan sumber mata airnya. Yang jelas warga masyarakat akan semakin memprihatinkan. Namun, hanya ada 1 (satu) dusun yang bertempat tinggal di Tamansari Krajan masih belum mengalami paceklik air bersih,” Bebernya.

Terpisah, disampaikan juga oleh Pembina Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tamansari, Kedepan akan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi adanya kesulitan air bersih khususnya bagi warga yang bertempat tinggal di wilayah Desa Tamansari.

“Dalam waktu dekat kita bersama sejumlah anggota kelompok akan mempersiapkan dan mencarikan solusi yang tepat dengan melakukan pengoptimalan program reboisasi. Penanaman kembali ini akan difokuskan ke titik sumber mata air dan wilayah buferzone dan rencananya akan mengajukan sebuah proposal untuk bantuan bibit tanaman keras sebagai solusi penyimpan dan penampung sumber mata air,”terangnya.(Edhi Prasetyo)

post-top-smn

Baca berita terkait