Saturday, 19 September 2020

Cegah Banjir, DPRD Minta Pemprov Lakukan Normalisasi Waduk Rawa Semando

post-top-smn
Anggota DPRD Jatim, Makin Abas

Anggota DPRD Jatim, Makin Abas

Jatim, SMN – Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk segara melakukan pengerukan dan normalisasi Waduk Rawa Semando seluas 136 hektare di Kecamatan Babat Lamongan.

Anggota DPRD Jatim, Makin Abas ditemui di DPRD Jatim, Kamis (10/3) mengatakan, normalisasi Waduk Rawa Semando harus segera dilakukan. Pasalnya, saat ini waduk tersebut sudah mengalami pendangkalan, sehingga air meluber dan mengakibatkan banjir di wilayah Lamongan dan Babat.

“Saya kemarin sudah mendatangi dan meninjau waduk bersama Wagub Jatim. Karena itu, tahun ini pemprov segera melakukan penganggaran terhadap pengerukan dan normalisasi Waduk Rawa Semando agar ke depannya tidak terjadi lagi banjir di wilayah Lamongan – Babat,” ujarnya.

Menurutnya, banjir yang terjadi di wilayah Lamongan ini merupakan yang terparah dari tahun sebelumnya, dimana banyak tambak milik warga tenggelam akibat banjir. “Jadi sekali lagi saya berharap pemerintah untuk melakukan normalisasi waduk,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada Pemkab Lamongan juga melakukan pengerukan terhadap sungai – sungai yang menuju Waduk Rawa Semando dan melakukan peninggian batas waduk dan sungai di sepanjang jalur Babat – Lamongan.

Anggota DPRD Jatim, Qusnul Aqib mengatakan banjir yang terjadi di wilayah Lamongan-Babat beberapa waktu lalu akibat waduk di wilayah Lamongan mengalami pendangkalan, menyusul adanya beberapa proyek perumahan di daerah itu.

Untuk itu, pihaknya meminta selain normalisasi dan pengerukan waduk, ia juga meminta kepada pemerintah harus menyiapkan pompa air yang berkapasitas 500 liter per detik di beberapa titik banjir, sehingga banjir di Babat – Lamongan cepat surut.

Selain itu, Aqib meminta kepada masyarakat Lamongan – Babat agar peduli dan menjaga lingkungannya dengan tidak membuang sampah sembarangan di sungai yang akan mengkibatkan banjir, serta untuk wilayah yang dialiri sungai atau sepadan sungai untuk tidak didirikan bangunan apapun diatasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait