Wednesday, 28 October 2020

Canangkan Visit Ngawi Year 2017, Ngawi Harus Banyak Berbenah

post-top-smn
Warga Ngawi membuat gerakan  mewarnai jalan yang berlubang agar mudah dikenali pengendara

Warga Ngawi membuat gerakan mewarnai jalan yang berlubang agar mudah dikenali pengendara

Ngawi, SMN – Tahun 201 sudah dicanangkan sebagai tahun kunjungan wisata ke Kabupaten Ngawi. Namun demikian banyak fasilitas publik yang perlu dibenahi agar pengunjung betah dan puas berada di kabupaten ujung barat Jawa Timur ini. “Masih banyak jalan yang rusak, baik itu jalan antar kecamatan dalam kabupaten maupun jalan provinsi yang melintasi Ngawi,” ungkap Abdul Gofar, salah satu warga Ngawi.

Soal jalanan yang rusak tampaknya menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung kelar bagi Ngawi. Memiliki lebih dari 800 kilometer jalan raya, Ngawi juga mendapatkan hadiah sebagai daerah dengan tanah gerak yang kuat. Hal ini, menurut Sudarno, Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga menjadi faktor utama penyumbang kerusakan. “Anggaran yang ada tidak mampu pula memperbaiki jalan – jalan rusak ini secara sekaligus,” ujarnya.

Akibat banyaknya jalan yang rusak ini, sebagian warga Ngawi bahkan membentuk gerakan mewarnai lubang jalan dengan cat putih. Aksi ini dimaksudkan agar pengendara melihat dan mampu menghindari lubang jalan sejak dari jarak jauh. Apalagi, tingkat kecelakaan akibat lubang jalan ini semakin tinggi dan banyak memakan korban. Aksi ini sudah mulai berjalan awal Nopember lalu dan sasarannya adalah jalan kabupaten maupun jalan nasional.

Kabupaten Ngawi mencoba mengakali tanah gerak ini dengan tehnik pembangunan jalan beton . Namun baru beberapa ruas jalan yang dibangun dengan metode ini. Apalagi sumbangan kerusakan lainnya adalah tonase angkutan yang melebihi kapasitas jalan. Angkutan dengan tonase berlebih ini makin marak karena adanya lalu lintas material ntuk pembangunan jalan tol Kertosono-Jogja yang juga melintasi Ngawi.

Selain soal jalan raya yang banyak berlubang, tahun kunjungan wisata ke Ngawi atau Visit Ngawi year 2017 juga harus siap dengan fasilitas lain yang memadai. Kabupaten Ngawi sampai saat ini belum memiliki hotel yang memadai. “Tidak ada satu pun hotel berbintang di Ngawi, tidak juga bintang tiga sekalipun,” ujar Bupati Ngawi, Busi Sulistyono atau acap disapa Kanang.

Kanang mengungkapkan, sejak tahun 2010 sudah menawarkan pada investor untuk membangun hotel representatif di Ngawi. Namun tampaknya hal itu belum mendapatkan respon positif. “Kalau tidak ada juga, tahun 201 akan kita mulai membangun hotel bintang, anggarannya pasti besar, bisa makan ratusan miliar,” ungkapnya.

Pembenahan-pembenahan dalam hal fasilitas ini, diharapkan bisa segera dilakukan mengingat tahun kunjungan wisata di Ngawi sudah dicanangkan pada 2017 mendatang. Potensi wisata alam dan wisata sejarah di Ngawi pun tersedia begitu banyak sehingga sangat sayang bila tak digarap dengan maksimal. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait