Thursday, 3 December 2020

Bupati Sambut Peserta 9 Negara Program COP UK Petra Surabaya, Bersama Mahasiswa Asing, Putra Presiden Turut Mengabdi Selama 21 Hari

post-top-smn
Bupati Mustofa Kamal Pasa foto bersama rombongan dari Universitas Kristen (UK), terlihat juga putra Presiden Jokowi di antara rombongan

Bupati Mustofa Kamal Pasa foto bersama rombongan dari Universitas Kristen (UK), terlihat juga putra Presiden Jokowi di antara rombongan

Mojokerto Kab, SMN – Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, terlibat dalam kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) atau Community Outreach Program (COP) 9 negara, bersama Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya mulai tanggal 14 Juli hingga 3 Agustus 2016 di 2 kecamatan di Kabupten Mojokerto. Rombongan diterima hangat oleh Bupati Mustofa Kamal Pasa di Pendopo Graha Majatama, Kamis (14/7) siang kemarin.

Rombongan ini akan mengabdikan diri dalam pemberdayaan masyarakat tepatnya di 3 desa di Kecamatan Gondang yakni Desa Jatidukuh, Gumeng, dan Desa Dilem. Sedangkan di Kecamatan Jatirejo, rombongan akan mengaplikasikan misi yang sama di Desa Jembul dan Rejosari.

Rektor UKP, Rolly Intan dalam sambutan menjelesakan bahwa COP 2016 bertema “Keep Blessing The Nations” merupakan bentuk pengadian diri kepada masyarakat, seperti pengertian KKN pada umumnya. COP adalah program tahunan service learning yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Petra Surabaya.

Namun yang berbeda adalah keterlibatan mahasiswa asing yang ikut bergabung. COP yang sudah dirintis sejak tahun 1996 pada awalnya lahir dari kerjasama UKP Surabaya dengan Dongseo University, Busan, Korea Selatan.

Total peserta COP 2016 adalah 201 orang dari 15 Perguruan Tinggi di 9 negara (Indonesia, Belanda, Korea Selatan, Jepang, China, Hongkong, Taiwan, Inggris, dan Singapura). Komposisinya yakni 141 mahasiswa asing (8 negara) dan 60 mahasiswa Indonesia (51mahasiswa UKP dan 9 mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang NTT). COP 2016 nampak didominasi peserta asing asal Asia Timur tepatnya Korea Selatan mencapai 33 orang.

“Kami merintis COP dari tahun 1996 bekerjasama dengan Dongseo University, Korea Selatan. Tahun-tahun kemarin biasanya hanya ada100-an mahasiswa asing yang terlibat COP UKP, namun di tahun ini mencapai 141 orang. Peserta dari Korea Selatan tiap tahun berkisar hingga 30 orang, tahun ini makin meningkat. Program ini cukup dikenal sukses dan populer di sana, ada ratusan yang apply (mengajukan diri) tapi hanya beberapa yang diterima untuk bisa berangkat ke Indonesia. Kolaborasi 9 negara sesuai dengan visi UK Petra yakni menjadi global university. Alumni COP banyak yang telah sukses, mereka membuat jaringan dan saling sharing pengalaman ketika disini,” jelas Rolly.

Kaesang Pangarep sendiri mewakili civitas akademiknya yakni SIM (Singapore Institute Management) University jurusan marketing, bergabung dengan mahasiswa dari sejumlah universitas bergengsi dunia. Diantaranya International Christian University, Hong Kong Baptist University, Hong Kong Institute of Education, Hong Kong University of Science and Technology, University of The Netherlands, Fu Jen University Taiwan, Lignan University, Chinese University of Hong Kong, Guangxi Normal University, Guangxi University of Science and Technology, dan Coventry University of London.

Kepala Humas UK Petra Surabaya, Prayonne Adi menambahkan jika peserta akan berbakti kepada masyarakat, dengan melakukan kegiatan fisik dan non fisik. Terkait keterlibatan Kaesang, ia menyatakan bahwa tidak akan ada perlakuan berbeda kepada seluruh peserta.

“Untuk persiapan (pengamanan khusus) kita tidak ada. Putra presiden akan tinggal di rumah penduduk, sama dengan peserta lain. Ini sesuai dengan tujuan COP sendiri, dimana peserta harus berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat maupun peserta lain. Mengenai jalannya kegiatan secara lengkap selama COP, tanggal 25 nanti kita ada press conference di desa, hadir juga pihak rektorat kami nanti. Info lengkap nanti kita share di kesempatan itu,” info Prayonne Adi.

Bupati Mustofa Kamal Pasa dalam sambutan mengatakan bahwa KKN atau COP dalam sistem akademik di UK Petra Surabaya, merupakan salah satu penerapan konseptual berbentuk pengabdian dan pemberdayaan kepada masyarakat. Dirinya mengaku senang dan bahagia bisa menerima tamu mahahsiswa-mahasiswa asing yang ingin belajar hidup dari kearifan lokal masyarakat Kabupaten Mojokerto.

“Kami tahu bahwa peserta COP 2016 UK Petra Surabaya banyak yang berasal dari negara-negara maju Eropa dan Asia. Saya pribadi merasa senang dan salut atas semangat para peserta, yang terbiasa dengan modernitas dalam tataran ‘sangat maju’ namun mau belajar tentang kesederhanaan. Asia Timur khususnya dan Eropa sangat powerfull dalam pembangunan fisik , SDM dan edukasi baik, maupun IT canggih. Mungkin capaian yang diraih usai COP nanti, mampu memberi kontribusi perencanaan pembangunan di Kabupaten Mojokerto,” tutur bupati di acara yang ditutup dengan penyerahan cinderamata dari bupati kepada Rektor UK Petra Surabaya. (adv/hms/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait