Monday, 30 November 2020

Bupati Nyono Suharli Resmikan 748 Rumah Layak Huni Hasil Bedah Rumah

post-top-smn
Tempel plakat, Bupati Nyono meresmikan rumah layak huni milik warga hasil bedah rumah

Tempel plakat, Bupati Nyono meresmikan rumah layak huni milik warga hasil bedah rumah

Jombang, SMN – Komitmen Pemkab Jombang melalui visi dan misi wujudkan sejahtera untuk semua terus diupayakan. Salah satu bentuk komitmen tersebut dengan cara merehab rumah tidak layak huni. Kemarin, (11/2) Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko meresmikan  rehabilitasi rumah tak layak huni sebanyak 748. Bupati menegaskan, melalui kegiatan pembangunan rumah tak layak huni ini merupakan bukti nyata Pemkab Jombang telah menjalankan visi dan misinya.

“Dukungan dari semua pihak sangat diharapkan guna percepatan pencapaian visi dan misi tersebut. program bedah rumah ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat kurang mampu di Jombang. Selain itu, program bedah rumah ini juga bagian dari upaya memberikan penataan kota agar lebih indah,” kata Bupati Nyono Suharli.

Bupati Nyono Suharli menjelaskan, program bedah rumah dibiayai dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kegiatan tersebut dumulai sejak bulan Oktober 2015 dan selesai pada bulan Desember tahun lalu. Dana yang dialokasikan,setiap rumah mendapat bantuan sebesar Rp 15 juta.

Bupati Nyono Suharli menyerahkan plakat rumah yg telah direhab Kepala Desa secara simbolis

Bupati Nyono Suharli menyerahkan plakat rumah yg telah direhab Kepala Desa secara simbolis

Sementara, Kepala Dinas PU Cipta Karya kabupaten Jombang Yudi Adrianto menjelaskan, 748 rumah yang mendapat program bedah rumah tersebar di 8 desa. Ia merinci, di Kecamatan Ploso ada 7 Desa. Yakni Desa Kebonagung 201 rumah, Tanggungkramat 57 rumah, Ploso 56 rumah, Jatigedong 86 rumah, Rejoagung 63 rumah, Bawangan 55 rumah Pagertanjung 64 rumah. “Selebihnya ada di Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh yang jumlahnya sebanyak 116 rumah,” tandas Yudi.

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembangunan rumah dilakukan oleh pemilik rumah bersama warga sekitar. Meski pelaksanaanya sangat singkat, namun atas kerjasama dari semua pihak program bedah rumah dapat selesai tepat waktu. Ia mengatakan, hal itu juga tidak terlepas dari semangat gotong royong dari warga sekitar.

“Selain bantuan dari APBN, pada tahun 2015 Pemkab Jombang juga mengalokasikan anggaran untuk bedah rumah melalui bantuan keuangan desa. Bantuan tersebut bersumber dari APBD sebesar Rp 2,1 miliar. Dengan anggaran itu, kita berhasil telah merehab rumah sejumlah 94 yang tersebar di 8 desa lainnya,” terang Yudi. (AndikJodi/adv/hms/met)

post-top-smn

Baca berita terkait