Wednesday, 23 September 2020

Bupati Ngawi Sampaikan Pembangunan Ngawi Kedepan

post-top-smn

bupati-ngawi

Ngawi, SMN – Bupati Ngawi beserta jajaran Pemerintahan menyaksikan pegelaran wayang kulit semalam suntuk peringatan malam satu suro 1438 H di Anjungan Jatim TMII Jakarta, Sabtu (01/10). Pagelaran tersebut membawakan cerita Brubuh Ngalengko yang dibawakan dalang muda asli Ngawi Kresno Agung dengan bintang tamu Kirun Cs.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, jajaran SKPD, Camat serta seluruh Paguyuban yang ada dijakarta mulai tingkat Kabupaten hingga Jawa Timur.

Dalam sambutanya Bupati Ngawi Budi Sulistyono menyampaikan beberapa program pembangunan Ngawi kedepan diantaranya Benteng Van Den Bosc serta Monoment Soeryo yang akan dimulai pembangunanya pada tahun depan. “saat ini baru sampai tahap pengurusan Mou dengan pihak terkait dan insyaallah tahun depan siap kita bangun”.

Monument Suryo merupakan wisata sejarah guna mengenang meninggalnya Gubernur Pertama Jawa Timur akibat adanya insiden PKI tahun 1948 tersebut akan disulap menjadi rest area yang besar dan lengkap sehingga menjadi tujuan wisata dari berbagai kota disekitar Ngawi. Selain itu, sarana prasarana penunjang terus dilaksanakan sebagai sarana percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah utara bengawan solo seperti Karanganya, Pitu. “empat jembatan kita siapkan, dua diantaranya sudah bisa digunakan yaitu jembatan payak dan watualang sementara Kebon dan Sriwedari tahun ini baru dimulai pembangunanya”.

Sementara Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dalam kesempatan tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada warga jakarta jika selama memimpin jakarta masih banyak kekurangan macet dan banjir. “saat ini masih kita usahakan untuk Mass Rapid Transit (MRT) selesai tahun 2019 dan berharap warga jakarta dapat menggunakan transportasi masal”.

Djarot akan melanjutkan program Jakarta pintar yang digagas Presiden RI Jokowi sampai jenjang Sarjana, bukan hanya sampai SMA. yang bertujuan membangun sumber daya manusia tidak pandang bulu utamanya orang yang tidak mampu berhak menjadi cerdas, pintar dan mengabdi untuk Bangsa dan Negara.

Dalam kesempatan tersebut dibagikan buku Ngawi Tempoe Dulu serta pemberian piagam penghargaan Bupati Ngawi kepada seniman yang mengisi Anjungan Jatim TMII.(hms)

post-top-smn

Baca berita terkait