Friday, 2 October 2020

Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna Buka Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional Polio Serentak di Desa Asrikaton

post-top-smn
Bupati Malang Dr.H. Rendra Kresna bersama ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Malang Hj. Jajuk Sulistyowati saat memberikan vaksin Polio kepada balita

Bupati Malang Dr.H. Rendra Kresna bersama ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Malang Hj. Jajuk Sulistyowati saat memberikan vaksin Polio kepada balita

Malang, SMN Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio merupakan progam pemerintah pusat, tak terkecuali untuk wilayah pemerintahan di Kabupaten Malang. progam ini menjadi salah satu progam prioritas pemerintah kabupaten Malang.

Untuk mensukseskan progam tersebut pemerintah kabupaten Malang dalam hal ini dinas kesehatan menggandeng kader kader posyandu yang ada di tiap desa.pada pembukaan Pin Polio ini di buka langsung oleh Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna, di desa Asrikaton Kecamatan Pakis pada Selasa (8/3).

Kegiatan ini di hadiri oleh seluruh satuan perangkat daerah (SKPD), perwakilan dinas kesehatan Propinsi, Camat Pakis, kepala desa sekecamatan Pakis, dan masyarakat sekitar desa Asrikaton. Selain membuka pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Bupati juga melakukan penandatanganan fasilitas kesehatan sayang ibu, bayi dan anak. Dalam kegiatan ini juga ada pelayanan geratis bagi masyarakat yang mau mengajukan data kependudukan seperti KTP, KK, dan Akte Kelahiran.

Menandai pembukaan progam tersebut H. Rendra didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hj.Jajuk Sulistyowati bersama sama meneteskan vaksin Polio kepada balita di pos Pin Cempaka Desa Asrikaton sekaligus meninjau pelayan geratis dan tak lupa Bung Rendra sapaan akrabnya menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Malang agar mengikutsertakan balitanya pada progam Imunisasi Polio ini.

Disamping itu, dia juga menghimbau kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang agar menggerakkan semua kader posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) mulai dari tingkat desa untuk aktif mendata jumlah balita.” Jangan sampai ada satu balita yang tidak mengikuiti Imunisasi Polio.ini kesehatannya”.ungkap nya.

Dr.H.Rendra Kresa didampingi Hj. Jajuk Sulistyowati saat penandatanganan prasasti fasilitas kesehatan sayang ibu,bayi, dan anak

Dr.H.Rendra Kresa didampingi Hj. Jajuk Sulistyowati saat penandatanganan prasasti fasilitas kesehatan sayang ibu,bayi, dan anak

Meskipun demikian harus ada laporan berapa jumlah total balita yang ada dan ada berapa balita yang sudah di beri vaksi Polio. Dikatakan dalam sambutannya, Pemkab Malang tidak mau kecolongan jika di kemudian hari ada yang terserang virus Polio. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, oleh sebab itu alangkah baiknya balita wajib diberikan kekebalan seperti vaksin Polio yang kita laksanakan hari ini sebelum ada yang terserang Polio.

Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah mengintruksikan agar dinas kesehatan mendata ibu ibu yang memiliki balita dan yang belum datang ke pos Pin Polio apabila sudah didata ternyata tidak mau ikut untuk datang ke pos Pin Polio kami minta untuk membuat surat pernyataan agar dikemudian hari pemkab Malang tidak menjadi kambing hitam.” Tegasnya”.

Usai mencanangkan pekan Imunisasi Nasional (Pin) di desa Asrikaton bupati beserta rombongan langsung bergeser untuk meninjau fasilitas kesehatan (faskes) di puskesmas pakis. Setelah meninjau secara langsung Bung Rendra cukup puas dengan fasilitas yang ada, banyak peningkatan dan perubahan terutama dalam hal pelayanan. Bila dibandingkan dulu puskesmas hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan saja kini sudah menyediakan layanan seperti rumah sakit yakni sudah ada rawat inapnya. Bung Rendra berharap semua puskesmas di kabupaten Malang bisa memiliki fasilitas rawat inap dan pelayan yang lebih profesional. (jun/adv)

post-top-smn

Baca berita terkait