Tuesday, 29 September 2020

Bupati Jamin Fasilitas di Kawasan Industri

post-top-smn
Salah sau bangunan jembatan yang menghubungkan kawasan industri di Pitu dengan jalan nasional

Salah sau bangunan jembatan yang menghubungkan kawasan industri di Pitu dengan jalan nasional

Ngawi, SMN Rencana pengembangan Kawasan Industri Ngawi, akan menjadikan Kecamatan Pitu dan sekitarnya, termanjakan oleh fasilitas. Kawasan Kecamatan Pitu dan wilayah lain yang membujur di sepanjang utara Bengawan Solo, dipastikan akan kecipratan kue pembangunan infrastruktur yang tidak sedikit.

Sekarang saja, Pemkab sudah membangun tiga jembatan baru untuk menghubungkan daerah-daerah tersebut dengan akses ke jalan nasional juruan Ngawi-Solo. “Kawasan utara bengawan sudah kita tetapkan sebagai kawasan industri, konsekuensinya ya kita memang harus banyak melakukan pembenahan dan pembangunan infrasrukturnya,” ungkap Bupati Ngawi Budi Sulistyono alias Kanang.

Kanang menyebutkan, sudah ada empat perusahaan swasta yang membangun pabriknya di Pitu. Hal itu menjadikan Pemkab bersemangat membangun di daerah yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan gersang dan bersisian dengan hutan tersebut. “Ada juga salah satu pabrik plastik besar yang sudah berkomunikasi dengan kami, namun belum bisa deal karena masih mencari lahan,” ungkapnya.

Respon dari pihak swasta untuk mengembangkan industri di Ngawi disambut positif pemerintah. Fasilitas di kawasan industri Ngawi ini dijanjikan oleh Kanang, akan segera dilengkapi. “Sebagai kawasan industri, potensi akan pabrik-pabrik yang masuk Pitu membutuhkan lahan, air dan listrik, ini tak bisa dipungkiri,” ujarnya.

Alasan ini pula yang membuat Pemkab akhirnya melakukan penyertaan modal sekitar Rp 23 M untuk PDAM. Penyertaan modal itu diharapkan menjadi pijaan PDAM untuk bangkit, membayar hutang dan melayani pengguna air minum dengan lebih baik. Apalagi di kawasan industri, kebutuhan air yang tinggi tentu tak bisa dihindari. “Pilihannya menjadi hanya ada dua, membangun instalasi pengolahan air minum atau mencari sumber air baru, membangun instalasi pengolahan air itu lebih memungkinkan dan pastinya membutuhkan modal,” ujar Kanang.

Jalan-jalan mulus dibangun di kawasan industri Ngawi

Jalan-jalan mulus dibangun di kawasan industri Ngawi

Keberadaan layanan air di kawasan Pitu juga akan dibarengi dengan layanan listrik yang baik. Konsumsi listrik dipastikan meningkat drastis dengan adnaya penetapan kawasan industri di Ngawi tersebut. “Tetapi hal ini sudah pernah kita bicarakan dengan PLN dan mereka katakan kuota listrik untuk Ngawi masih cukup, makanya kita optimis bisa wujudkan kawasan industri itu,” ujarnya.

Salah satu hal yang belum dilakukan Pemkab adalah memberikan jembatan bertipe A untuk mengantisipasi kendaraan berat yang melintas kawasan industri. Pembangunan jembatan yang dikebut selama ini dan menghubungkan kawasan utara dengan jalan nasional, nota bene hanya jembatan tipe B, jembatan yang tidak ditargetkan untuk kendaraan super berat seperti tronton dan sebagainya. “Tapi tunggu saja, Pemkab akan membangun juga jembatan tipe A, kita proyeksikan untuk menghubungkan Desa Kebon-Desa Pitu, sudah dalam rencana sekarang,” ungkap Kanang.

Geliat perencanaan kawasan khusus industri ini, juga didukung oleh banyak hal menguntungkan bagi pihak swasta. Diantaranya karena lahan yang masih lebih murah daripada di kota besar, upah minimum kabupaten (UMK) yang masih rendah, potensi jumlah penduduk usia produktif yang besar serta regulasi perijinan yang tidak rumit. “Kita harapkan kawasan industri ini semakin baik, berkembang pesat dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Bupati Ngawi, Budi “Kanang” Sulistyono. (adv/humas/ari)

post-top-smn

Baca berita terkait