Thursday, 22 October 2020

Bupati Ipong Muchlissoni Evaluasi Pencarian Korban Longsor Banaran

post-top-smn
Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat evaluasi pencarian korban

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat evaluasi pencarian korban

Tiga Puluh Lima Juta, Santunan Untuk Korban Longsor Banaran

Ponorogo, SMN – Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni didampingi sekda Agus Pramono telah melakukan evaluasi terkait proses evakuasi pencarian korban longsor dusun Tangkil, desa Banaran Kecamatan Pulung yang telah berjalan satu minggu lamanya. Hingga sampai waktu tersebut pencarian korban longsor masih belum bisa maksimal. “Saya mengakui kalau medannya sangat sulit sekali,” ujar bupati Ipong dalam sambutannya. Pihaknya juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua yang terlibat di dalam proses evakuasi diantaranya Kepolisian, TNI, BASARNAS, desa, semua relawan termasuk jajaran Pemerintah Kabupaten. Dirinya juga mengapresiasi kerja keras tim yang sangat luar biasa dalam proses evakuasi penanganan bencana alam di Banaran, karena memasuki hari ke empat situasi di lokasi sangat tertib dan sudah tidak lagi krodit seperti pada hari pertama, katanya.

Bupati Ipong juga mengungkapkan rasa prihatin dan kekecewaannya atas proses evakuasi korban longsor yang hingga hari ke tujuh masih saja belum membuahkan hasil yang maksimal, karena medannya yang sangat sulit dan belum menemukan tambahan lagi korban yang hilang, meskipun semua upaya telah dilakukan, Ujarnya. “Saya hitung-hitung secara garis grambyangan, jumlah longsoran tanah yang menimbun lahan ini, barang kali ada satu juta kubik,” imbuhnya. “Satu juta kubik itu bukan pekerjaan yang sederhana untuk melakukan penggalian dan sebagainya, satu alat berat itu kemampuannya satu hari hanya seratus lima puluh kubik,” Urainya.

Menurutnya, sesuai perintah peraturan undang-undang, masa evakuasi selama tujuh hari, “Apabila dianggap cukup ya dihentikan, apabila dianggap masih belum cukup evakuasi akan dilanjutkan tujuh hari lagi,” kata Bupati Ipong. “Untuk itu, perlu pertimbangan rekomendasi dari BASARNAS sebagai pihak yang berada paling depan dalam rangka proses evakuasi, dan bagaimana korban yang masih hidup namun keluarganya hilang, dan pertimbangan tersebut sebagai bahan acuan putusan untuk evakuasi dilanjutkan atau berhenti,” Jelas bupati Ipong.

Masih menurut bupati Ipong, untuk sementara pihaknya akan merelokasi korban ke barak-barak pengungsian dan kedepan akan dibangunkan rumah permanen diatas tanah dari masing-masing warga, sedangkan untuk korban yang meninggal akan mendapatkan santunan dari tiga pihak dengan total tiga puluh lima (35) juta, yaitu lima belas (15) juta dari MenSos, sepuluh (10) juta dari Propinsi dan sepuluh (10) juta dari Kabupaten, paparnya.

Lebih lanjut Bupati Ipong juga menyampaikan, selama ini banyak bantuan yang datang dari luar, baik berupa bahan maupun uang, namun uang itu tidak dipergunakan untuk operasional penanganan bencana, melainkan akan dibagikan ke seluruh korban. “Uang yang akan kami gunakan untuk penanganan bencana ini bersumber dari BNPB dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, selain itu semua korban ini akan mendapatkan jaminan hidup (JaDup) selama paling sedikit enam (6) bulan dan dapat diperpanjang, apabila korban belum mendapatkan pekerjaan yang tetap atau permanen yang jumlahnya paling sedikit 900 ribu/jiwa/bulan, jadi kalau keluarganya ada 5 ya 900 ribu kali 5, Kami katakan paling sedikit, karena itu sudah merupakan komitmen dari menteri sosial dan ini merupakan kepedulian Pemerintah kepada korban bencana alam,” Pungkas bupati Ipong. (hms/adv/Wied)

 

post-top-smn

Baca berita terkait