Sunday, 20 September 2020

Bupati Haryanti Resmi Buka Jembatan Siman, Kediri dan Bayem, Malang

post-top-smn
Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno berada di atas jembatan penghubung Siman, Kediri dan Bayem, Malang

Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno berada di atas jembatan penghubung Siman, Kediri dan Bayem, Malang

Kediri, SMN – Kamis, (31/3), merupakan hari yang begitu istimewa bagi warga Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri dan warga Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Hal ini dikarenakan impian mereka untuk memiliki infrastruktur jembatan penghubung dua desa beda kabupaten ini akhirnya menjadi kenyataan.

Sebelum dibangun jembatan permanen, warga kedua desa yang dipisahkan Kali Konto ini harus melalui jembatan swadaya yang terbuat dari bambu untuk aktivitas sehari-hari. Dimana bila musim hujan tiba, Kali Konto akan berarus deras dan menyisakan kerusakan parah pada jembatan yang menghambat akses kedua wilayah.

Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno pagi ini, menandai dibukanya secara resmi jembatan penghubung antara Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri dengan Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Pembangunan infrastruktur jembatan yang membelah Kali Konto ini merupakan program bantuan infrastruktur (CSR) dari PT. Gudang Garam, Tbk.

Direksi PT. Gudang Garam, Tbk. yang diwakili Direktur Sigaret Kretek Tangan (SKT), Andi Wahyudi, mengatakan semoga dengan adanya jembatan ini dapat memperlancar aktifitas ekonomi masyarakat baik bidang pertanian, sosial, jasa dan pendidikan. Selain itu jembatan ini merupakan perwujudan filosofi perusahaan untuk terus memberikan kontribusi sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Keberadaan jembatan ini semoga meningkatkan akses perekonomian, pendidikan, dan pertanian kedua wilayah. Sesuai salah satu filosofi perusahaan dalam catur dharma yakni kehidupan yang bermakna dan berfaedah bagi masyarakat luas merupakan suatu kebahagiaan.” Jelas Andi.

Dilanjutkan oleh andi, berkat antusiasme warga sekitar dan partisipasinya dalam pembangunan, jembatan ini dapat cepat diselesaikan. Jembatan ini memiliki panjang 48 meter dan lebar 3.6 meter dengan struktur rangka baja. Lama pembangunan ini memakan waktu sekitar 5 bulan.

 Jembatan Penghubung Siman, Kediri dan Bayem, Malang sebelum dan sesudah dibangun

Jembatan Penghubung Siman, Kediri dan Bayem, Malang sebelum dan sesudah dibangun

“Keberadaanya dapat memperpendek jarak tempuh Desa Bayem Kecamatan Kasembon menuju Desa Siman, Kecamatan Kepung dari 15 KM menjadi 3 KM. Juga menggantikan jembatan bambu swadaya warga yang hanya bisa dilalui pejalan kaki menjadi jembatan permanen yang bisa dilewati hingga kendaraan roda empat dibawah tonase 5 Ton.” Kata Andi.

Usai menandatangani prasasti peresmian, Bupati Kediri, dr. Hj. Haryanti Sutrisno meninjau secara langsung jembatan baru ini dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT. Gudang Garam, Tbk. atas pembangunan ini. Secara khusus dirinya berpesan kepada warga sekitar agar secara aktif merawat bagunan jembatan agar awet dan terus memberi manfaat.

“Terima kasih kepada PT. Gudang Garam, Tbk. atas pembangunan jembatan ini. Karena memang menjadi kebutuhan warga. Saya masih ingat, selain jembatan ini PT. Gudang Garam, Tbk juga telah membantu sarana air bersih Kali Calang sejauh 4,5 Km. Juga truk yang siap siaga di posko ketika erupsi Gunung Kelud untuk evakuasi dan pengiriman logistic bantuan.” Terang dr. Hj. Haryanti Sutrisno.

“Saya berharap keberadaan jembatan ini bisa meningkatkan akses dua wilayah yang selama ini menggunakan jembatan bambu. Memudahkan petani mengangkut hasil bumi dengan kendaraan dan siswa untuk berangkat sekolah. Saya berpesan pada penduduk agar jembatan dijaga keberadaanya dan dirawat. Jangan boleh dilewati truk pasir.” Tegas dr. Hj. Haryanti Sutrisno. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait