Saturday, 4 April 2020

Bupati Haryanti Lantik Anggota TP PKK Kab Kediri Periode 2016-2021

post-top-smn
Bupati Haryanti bersama dengan seluruh anggota TP PKK periode 2016-2021

Bupati Haryanti bersama dengan seluruh anggota TP PKK periode 2016-2021

Kediri, SMN – Para anggota Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kediri  masa bhakti 2016-2021, resmi dilantik oleh Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno di Pendopo Kabupaten Kediri pada Selasa (3/5). Pengurus yang baru ini akan bertanggung jawab terhadap kelangsungan organisasi TP-PKK hingga 5 tahun kedepan.

Total 53 pengurus dilantik dihadapan ratusan anggota PKK yang hadir dari 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri. Ny Rosyidah Masykuri akan memimpin organisasi TP-PKK hingga 2021, ditemani oleh Ny Sri Sukesi dan Ny Yuni Supoyo sebagai sekretaris. Dengan dibantu oleh 4 kelompok kerja (pokja), mereka akan saling bersinergi melaksanakan 10 program pokok PKK dan mewujudkan visi gerakan PKK yaitu terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju – mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

Berikut ketua masing masing-pokja. Pokja 1 diketuai oleh Dra. Dyah Budi Tjahjono dari BPMPD, Pokja II diketuai oleh Dr. Moch Moksin MM dari Dinas Dikpora, Pokja III diketuai oleh Hj Sumarsih Herman S.Spd dan  terakhir pokja IV diketuai dr. Nurwulan Andadari dari BPPKB.

Para anggota TP PKK periode 2016-2021 di lantik oleh Bupati Kediri Haryanti Sutrisno

Para anggota TP PKK periode 2016-2021 di lantik oleh Bupati Kediri Haryanti Sutrisno

Bupati Haryanti berharap para anggota TP-PKK yang telah dilantik mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsi dengan sebaik-baiknya. Serta bisa membantu dan peduli terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Lebih lanjut Haryanti meminta seluruh anggota TP PKK bahu-membahu untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat, dan mengajak masyarakat untuk bekerja sama, misalnya menanggulangi masalah kesehatan dan mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Apalagi dalam menghadapi MEA, usaha peningkatan pendapatan keluarga harus dibina terus untuk mengungkit ekonomi perempuan, khususnya di pedesaan. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait