Friday, 30 October 2020

Bunuh Diri Makin Marak di Ngawi

post-top-smn
Keadaan rumah Ismiatun yang langsung didatangi para tetangga

Keadaan rumah Ismiatun yang langsung didatangi para tetangga

Ngawi, SMN – Perasaan putus asa dan merasa bersedih secara berlebihan dapat memicu seseorang melakukan bunuh diri. Namun faktor penyebab rasa putus asa yang membawa damakk bunuh diri ini bisa diklasifikasikan dalam tiga sebab besar yakni, asmara, ekonomi dan kesehatan. Hal ini turut menyumbang angka bunuh diri yang cenderung meningkat setiap tahun di Ngawi. Tahun 2016 saja, ada 14 kasus bunuh diri namun di tahun ini, baru masuk bulan ketiga sudah ada 7 kasus bunuh diri.

Bunuh diri yang dialami Kakek Sapar, 75 tahun, warga Purwosari Kecamatan Kwadungan terjadi 26 Maret lalu. Sapar ditengarai mengalami ketakutan dan rasa putus asa tak beralasan dan gangguan jiwa seperti itu tanpa bisa ditebak kambuhnya. “Memang ada kecenderungan itu, tiba-tiba takut, tapi tidak mengira kalau sampai bunuh diri,” kata salah satu tetangganya.

Sapar ditemukan oleh istrinya, Samirah, 65 tahun sepulang dari sawah. Samirah merasa curiga dengan rumahnya yang terkunci dari dalam. Dia pun mendobrak pintu belakang dan langsung terkejut melihat suaminya sudah tewas gantung diri. Sapar menggantung dirinya dengan seutas tali plastik warna biru dan dikaitkan di salah satu tiang rumahnya.

Dokter dari Puskesmas Kwadungan menyatakan tak ada anda kekerasan lain di tubuh Sapar dan  korban tewas akibat bunuh diri dengan cara menggantung. Jenazah Sapar akhirnya diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. “Kami serahkan ke keluarga karena menurut pemeriksaan dokter tak ada tanda kekerasan dan meninggal karena gantung diri,” kata AKP Sukarno, Kapolsek Kwadungan.

Percobaan bunuh diri juga dilakukan Ismiatun, 41 tahun, warga Jl Podang Desa Beran 7.Minggu paggi 26 Maret 201. Ismiatun merupakan seorang tuna wicara dan baru saja punya hajat mantu sekitar dua minggu sebelum kejadian.Diduga ada motif asmara yang memicu Ismiatun nekat mencoba gantung diri di jembatan.

Wanita satu anak ini semula ingin gantung diri dengan kain yang disambung di jembatan Desa Kartoharjo yang berada tepat di atas Bengawan Madiun.  Saat akan menggantung dirinya,ulah Ismiatun ketahuan oleh warga. “Namun begitu akan ditolong malah nekat menceburkan diri ke bengawan, jadi dia sempat hanyut beberapa ratus meter,” ungkap Munif, Kasun Beran II.

Walau sempat hanyut, namun Ismiatun bisa ditolong dan dibawa ke RSUD dr Soeroto untuk menjalani perawatan. Belum diketahui seara jelas penyebab pasti aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan Ismiatun ini namun dipastikan bukan karena berselisih dengan tetangga atau anggota keluarganya. Perempuan yang menjadi buruh cuci di beberapa rumah tetangganya ini dikenal sebagai perempuan tangguh bahkan sejak anaknya kecil sudah terbiasa mencari uang sendiri.  Sampai sekarang pun, Ismiatun masih bertanggung jawab atas ayahnya yang sedang sakit dan menanggung kehidupan ayahnya itu.

Beberapa bulan terakhir Ismiatun diketahui memiliki pacar namun perempuan single parent itu tak mengaku saat ditanya para tetangga. Tetangga pun sangat terkejut mendapati kabar dia akan gantung diri. “Selama ini baik-baik saja kelihatannya makanya tidak ada yang mengira akan mencoba bunuh diri,” ujar Nurul, salah satu tetangga Ismiatun. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait