Friday, 30 October 2020

BPJS Kesehatan, Luncurkan Fitur Mobile Screening pada Aplikasi BPJS Kesehatan Mobile

post-top-smn
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember Tanya Rahayu saat diwawancarai oleh media

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember Tanya Rahayu saat diwawancarai oleh media

Jember, SMN – Skrining riwayat kesehatan merupakan penambahan fitur pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan.

Maka sekarang kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember Tanya Rahayu, peserta bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui fitur skrining yang bisa diakses di handphone android.

“Beberbepa penyakit yang utama dapat terdeteksi seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner. Itu adalah beberapa penyakit kronis yang gejalanya sering diabaikan masyarakat Indonesia. Pada fase awal, umumnya orang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan,” katanya kepada sejumlah media, Rabu (1/2) diruangkerjanya.

Menurut Tanya, kebanyakan dari masyarakat baru sadar kalau mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut.

“Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobile skrining ini,” jelasnya pula.

Tanya juga sempat menjelaskan bagaimana cara peserta untuk bisa mengakses layanan mobile skrining ini. Yang pertama kata Tanya, yaitu peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan.

“Dan setelah terdaftar, maka dengan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula,” bebernya.

Namun jika peserta memiliki risiko rendah, maka lanjut Tanya, mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari.

“Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka peserta akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah, puasa dan gula darah post prandial,” paparnya lagi.

Ditambahkan Tanya, jika peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi ketiga penyakit yang lain seperti hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner, maka peserta disarankan agar melakukan konsultasi ke FKTP tempatnya terdaftar untuk melakukantindaklanjut atas hasil skrining riwayat kesehatannya.

“Apabila sebuah FKTP ditemukan banyak peserta dengan risiko mengidap diabetes melitus yang tergolong dalam kategori sedang atau tinggi, maka FKTP tersebut dapat melaksanakan edukasi kesehatan dan pembentukan klub risiko tinggi (risti) kepada sejumlah peserta JKN-KIS yang bersangkutan,” tambahnya.

Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile (mobile skrining) yang praktis digunakan ini, pihak BPJS Kesehatan juga berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya.

“Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan, sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun. Efek jangka panjangnya adalah menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut, sehingga program JKN-KIS dapat terus berjalan memberikan manfaat kepada para peserta yang membutuhkan,” jawab Tanya.

Sebagai informasi tambahan, selain menu Skrining Riwayat Kesehatan, aplikasi BPJS Kesehatan Mobile juga menyediakan menu lain yang dapat digunakan peserta JKN-KIS untuk mengecek status kepesertaan, melihat tagihan iuran JKN-KIS, melihat lokasi fasilitas kesehatan, dan sebagainya.

“Dan pada tanggal 1 Pebruari ini oleh BPJS Kesehatan dinyatakan sebagai Mobile Screening Day secara nasional,” pungkas Tanya. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait