Thursday, 29 October 2020

BKPM Targetkan 83 Persen Investasi dari Energi dan Mineral

post-top-smn
Badan Koordinasi Penanaman Modal menargetkan realisasi investasi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) senilai Rp568 triliun pada tahun ini.

Badan Koordinasi Penanaman Modal menargetkan realisasi investasi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) senilai Rp568 triliun pada tahun ini.

Jakarta, SMN – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) senilai Rp568 triliun pada tahun ini. Angka ini mengambil angka 83,67 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp678,8 triliun.

Kepala BKPM Thomas Lembong yakin bahwa hal itu akan tercapai setelah melihat rata-rata pertumbuhan realisasi investasi sektor ESDM yang mencapai 17,9 persen antara tahun 2012 hingga 2016.

Di dalam periode tersebut, realisasi investasi sektor ESDM bahkan mengambil angka Rp490 triliun, atau 21 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp2.333 triliun di periode yang sama.

Dalam jangka beberapa tahun ke depan, ia pun berharap sektor ini masih bisa menopang realisasi investasi setidaknya sebesar 20 persen. “Satu fakta yang penting, 20 hingga 50 persen investasi ada di sektor ESDM pada tahun ini dan tahun depan seperti migas, listrik, dan smelter,” jelas Thomas di Gedung BKPM, Senin (30/1).

Lebih lanjut ia mengatakan, realisasi ini bisa tercapai setelah banyaknya komitmen investasi di sektor ESDM sepanjang tahun 2016. Menurut data BKPM, komitmen investasi sektor ESDM hingga 2016 tercatat Rp502 triliun yang terdiri dari sektor migas sebesar Rp276 triliun, ketenagalistrikan dan panas bumi sebesar Rp151 triliun, dan mineral dan batubara sebesar Rp91 triliun.

“Apalagi kami melihat sektor ESDM ini selalu menempati peringkat teratas 100 proyek yang memiliki nilai kontribusi terbesar, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA),” terangnya.

Menurutnya, realisasi investasi di sektor ESDM ini sangat penting demi mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini, mengingat porsinya yang cukup signifikan. Pasalnya, investasi riil bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Thomas beralasan, saat ini Indonesia masih belum bisa berharap banyak dari konsumsi masyarakat dan ekspor untuk mendorong kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB). “Ekspor sudah mentok dan konsumsi sudah over, kalau kami digenjot sehingga satu-satunya adalah investasi,” jelasnya.

Sebagai informasi, BKPM mencatatkan realisasi penanaman modal sebesar Rp612,8 triliun pada tahun lalu, atau meningkat 12,3 persen dibanding posisi tahun lalu sebesar Rp545,4 triliun.

Meski demikian, pertumbuhan investasi tahun lalu tak sebesar tahun sebelumnya. Pada tahun 2015, realisasi investasi tercatat sebesar Rp545,4 atau bertumbuh 17,77 persen dari tahun 2014 sebesar Rp463,1 triliun.

 

Sumber: cnn indonesia

post-top-smn

Baca berita terkait