Wednesday, 21 October 2020

Berkat Tangan Dingin Kanang, Benteng Van Den Bocsh Makin Asri dan Nyaman

post-top-smn
Bupati Ngawi brsama Menteri PUPR di  Benteng Pendhem

Bupati Ngawi brsama Menteri PUPR di Benteng Pendhem

Ngawi, SMN – Pepohonan hijau, berpadu sepoi-sepoi angin menerpa para pengunjung Benteng van Den Bosch. Sejauh mata memandang, kemegahan Benteng Pendhem, sebutan lain untuk lokasi ini, hanya terlihat pemandangan asri dan teduh. Itulah suasana Benteng Pendhem, salah satu destinasi wisata yang saat ini sedang naik daun di Ngawi. Makin dikenalnya Benteng Van Den Bosh atau Benteng Pendhem, tak lepas dari besutan tangan dingin Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono.

Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi ini, selama dua periode masa jabatannya, memperjuangkan pengelolaan Benteng Van Den Bosc agar bias dikunjungi dan dinikmati keindahannya oleh masyarakat umum. “Sebab Benteng Pendhem atau Benteng Van Den Bosch adalah salah satu representasi keindahan dan mengandung sejarah panjang bagi Kabupaten Ngawi,” ungkapKanang.

Semenjak dalam pengelolaan Pemkab Ngawi, beberapa perhelatan seni dan budaya juga sudah dilaksanakan di Benteng Van Den Bosch termasuk yang akan berlangsung 8 April 2017 mendatang. Bertajuk Benteng Pendhem Night Artnival, perhelatan seni music tersebut mengundang grub band yang terkenal solid yakni Krakatau Band. “Kami berharap adanya berbagai pertunjukan seni dan budaya di Benteng Pendhem juga membawa efek positif bagi meningkatnya kunjungan wisata di Benteng Pendhem ini,” ungkap Kanang.

Benteng Pendhem dibangun pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Sejarah benteng ini juga menjadi cermin bagaimana pemerintah Belanda cukup kerepotan menghadapi perjuangan rakyat Indonesia yang pantang menyerah. Pasalnya, Belanda membangun benteng ini juga sebagai salah satu usaha membendung serangan dari pejuang Indonesia di Jawa termasuk mengantisipasi sisa-sisa prajurit Diponegoro yang sudah ditangkap Belanda dengan cara licik pada tahun 1830. Sejarah panjang benteng ini juga berlanjut selama masa pemerintahan orde baru dimana keberadaannya dianggap masih cukup efektif bagi militer sehingga dijadikan gudang senjata.

Bupati Ngawi Ir.H. Budi Sulistyono kemudian mengadakan serangkaian upaya agar pengelolaan benteng ada di pangkuan Pemkab Ngawi. Sejak tahun 2013, benteng pun dibuka untuk umum namun barulah pada 2016 tercapai kesepakatan melalui memorandum of understanding (MOU) bersama Panglima TNI mengenai status benteng pendhem sebagai salah satu asset Pemkab Ngawi.

Ide kreatif Mbah Kung Kanang ini juga bisa dilihat dari makin lengkapnya fasilitas untuk umum yang saat ini ada lokasi ini. Diantaranya keberadaan taman labirin, mainan anak, dan gazebo peristirahatan pengunjung yang nyaman. Sejak tahun 2016 pula, Benteng Van Den Bosch juga menjadi makin ciamik berkat berbagai perhelatan seni dan budaya yang dilaksanakan di lokasi ini. Bahkan ini juga tercermin dari kunjungan dua menteri yang pernah diajak ke lokasi ini, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Menteri Pemuda dan Olahraga. “Kami bangga dan senang sebab kesan menteri-menteri yang pernah diajak ke Benteng Pendhem ini sangat positif,” ujarKanang. (adv/hms/ari)

post-top-smn

Baca berita terkait