Saturday, 31 October 2020

Berdayakan Masyarakat, LP2M UINSA Kirim 1.535 Mahasiswa Ke 85 Desa

post-top-smn

logo-uinsa Surabaya, SMN – Komitmen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)  untuk memberdayakan masyarakat ditunjukkan dengan mengirim 1.535 mahasiswa ke 85 desa di Jawa Timur yang merupakan daerah terpencil.

Sekretaris LP2M UINSA, Luluk Fikri Zuhriyah mengatakan pengiriman mahasiswa ke daerah-daerah terpencil dan tertinggal melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Hal tersebut merupakan langkah awal mahasiswa terjun dan berbaur bersama masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang selama ini dipelajari.

“Untuk KKN kali ini kami sebar di Kabuaten Madiun dan Bojonegoro. Di Madiun, terdiri dari empat kecamatan dengan total 35 desa. Sedangkan di Bojonegoro terdiri dari lima kecamatan dengan total 50 desa,” tuturnya saat mengunjungi Lokasi KKN di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Rabu (8/2).

Ia menjelaskan KKN UINSA menggunakan dua pendekatan yaitu Action Based Community-driven Development (ABCD) dan Partisipatory Action Research (PAR). Pendekatan ABCD, kata Luluk, menekankan pada partisipasi masyarakat. Artinya masyarakat benar-benar dilibatkan secara aktif partisipatif untuk menggali  dan mengembangkan potensi menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.

Sementara pendekatan PAR, menurutnya adalah desain riset pendampingan masyarakat yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui prinsip-prinsip belajar bersama, dialogis, etika komunikasi dan tidak menggurui.  “Agar lebih fokus, pendekatan ABCD diterapkan di Kabupaten Madiun sementara PAR di Bojonegoro,” ungkapnya.

Secara umum, realisasi aktivitas pemberdayaan masyarakat, tambahnya, terkonsentrasi pada empat bidang utama yakni keagamaan, ekonomi, kesehatan dan pemerintahan. Namun, ia menegaskan tidak menutup kemungkinan ada aktivitas di bidang lain dengan mempertimbangkan potensi dan kualitas SDM. Bidang keagamaan seperti pengajian umum/ceramah/khotbah jum’ah, majelis taklim, pembacaan yasin, tahlil, taman pendidikan al-qur’an, pelatihan manajemen TPQ dan pengajaran di sekolah.

Selanjutnya, bidang ekonomi yaitu pembentukan UKM, intensifikasi hasil produk pertanian, pelatihan pembuatan pupuk organik, pelatihan usaha peternakan, pembentukan dan pelatihan tata kelola Koperasi Syari’ah. Bidang Kesehatan terdapat beberapa program yakni program sanitasi, pengobatan gratis dan Khitanan  massal.

Sementara bidang pemerintahan dan kemasyarakatan, optimalisasi peran karang taruna, Remaja Masjid, pembuatan denah dan peta desa/kelurahan. Pembentukan Posdaya sebagai pusat pemberdayaan juga berusaha dilakukan. Selain itu, seluruh kegiatan KKN selama 30 hari tersebut harus memperhatikan aspek genderdan lingkungan.

“Tidak hanya peningkatan kualitas SDM masyarakat,  beberapa kelompok KKN telah berhasil membantu masyarakat meningkatkan hasil produksi pertanian seperti bawang merah, porang dan hasil pertanian lain sampai proses pemasaran. Alhamdulillah sukses memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gondang Bojonegoro, Moch Basuki menyatakan terbantu dengan adanya mahasiswa KKN di daerahnya. Ia mengapresiasi program pendampingan yang dilakukan mahasiswa, terlebih saat ini bantuan dana desa cukup besar sehingga bisa digunakan seoptimal mungkin.

“Untuk pembangunan fisik jujur sudah bisa melakukan, hal yang kami dibutuhkan justru program pendampingan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas SDM. Mahasiswa UINSA cukup cakap melakukannya,” tandasnya.

Seperti diketahui mitra kerjasama LP2M UINSA selain Madiun dan Bojonegoro diantaranya Kediri, Magetan, Sidoarjo, Bondowoso, Tuban Pamekasan dan Kota Surabaya. Untuk kalangan luar negeri, LP2M bermitra dengan Australian National University, Universitas Utara Malaysia, University Pattani Thailand, Thanta University Mesir dan Al-Azhar Cairo. (luk/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait