Wednesday, 15 July 2020

Beran Jadi Kelurahan, Perangkat Desa Mengadu

post-top-smn
Perangkat Desa Beran mengadukan nasib

Perangkat Desa Beran mengadukan nasib

 

Ngawi, SMN Perangkat desa Beran Kecamatan Ngawi mengadukan nasibnya ke dewan. Mereka mengadu setelah DPRD menyetujui pembentukan pansus untuk membahas perubahan status Desa Beran dari desa menjadi Kelurahan. “Sudah ada sosialisasi dan kami anggap itu tidak mengakomodir kepentingan perangkat desa yang selama ini mengabdi dalam tugas-tugas di desa,” ujar Munif, Kepala Dusun Beran 2.

Puluhan orang perangkat Desa Beran ini juga mengaku khawatir, setelah menjadi kelurahan perangkat desa akan menjadi pengangguran dan tidak lagi berpenghasilan. Apalagi setelah sekian tahun mengabdi, baru beberapa bulan ini saja mereka menikmati penghasilan tetap seperti digariskan oleh pemerintah. “Wajar kalau kami gelisah, karena status kelurahan kan aset desa menjadi aset Pemkab nantinya,” ujar Paing, Kepala Dusun Karangrejo Desa Beran.

DPRD sendiri sudah mulai membentuk pansus mengenai perubahan status Desa Beran menjadi kelurahan ini, setelah dua tahun lalu hasil jajak pendapat warga menyetujui.Lebih dari 90 persen warga Beran sendiri berharap agar desa mereka menjadi kelurahan, dengan harapan lebih diperhatikan dalam pembangunan pra sarananya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-Pemdes) M. Shodiq Tri Widianto, menjamin, perubahan status Desa Beran menjadi kelurahan, harus didasari semangat untuk tidak merugikan kepentingan pemerintah dan masyarakat. “Sudah ada perintah agar tidak bergejolak ya jangan sampai merugikan, baik pemerintahnya, perangkatnya maupun masyarakat,” ungkapnya.

Walaupun rencana membahas perubahan status itu akan tetap dilakukan, namun BPM-Pemdes mengaku kepentingan perangkat tetap difikirkan. Diantaranya dengan beberapa cara misalnya dengan menghitung penghasilan mereka kemudian dikalkulasi untuk dpat diberikan kompensasi dana pesangon. Selain itu, tenaga perangkat tetap dapat digunakan sebagai tenaga honorer kelurahan yang dipekerjakan dengan menerima honor.

Pemkab juga sudah menggagas agar aset desa yang selanjutnya bila perubahan terjadi, akan menjadi aset pemkab, tetap digunakan untuk kemakmuran rayat Beran termasuk menambah penghasilan perangkat. “Jadi tak usah khawatir seharusnya, karena perubahan yang terjadi status administratif saja namun kesejahteraan perangkat tetap jadi perhatian,” janjinya.

post-top-smn

Baca berita terkait