Friday, 30 October 2020

BBPJN VIII : Perbaikan Jalan Rusak di Jatim Capai 80%

post-top-smn
Perbaikan Jalan

Perbaikan Jalan

Surabaya, SMN – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Surabaya menyatakan, saat ini jalan rusak di Jatim sudah dilakukan perbaikan mencapai 80 persen.

Humas BBPJN VIII, Shodiqin ditemui di kantornya, Kamis (16/2) mengatakan, perbaikan jalan rusak di seluruh Jatim ini sudah dilakukan mulai Desember 2016 lalu hingga Februari 2017 ini. “BBPJN VIII melakukan pemeliharaan Jalan berupa penambalan dan normalisasi saluran air,” ujarnya.

Ia menjelaskan, adapun perbaikan jalan yang sudah dilakukan diruas Ngawi – Caruban – Nganjuk – Kertosono perbaikan dilakukan pada 14 Februari. Jalan yang berlubang sudah tertutup 71%. Dari 3.165 lubang jalan, saat ini sudah 2.496 yang tertutup. Ruas lain yakni  yang ikut dilakukan penambalan, yaitu Waru – Sidoarjo yang dikerjakan pada Kamis malam sekitar pukul 00.00 – 05.00 WIB.

Jalan Purwosari KM 58 + 400 arah Sukorejo juga dilakukan perbaikan mulai, Kamis (16/2) dini hari dan dilanjutkan kembali, Jumat (17/2) dini hari. Jalan Kraton Pasuruan KM 55 saat ini juga sudah dilakukan penanganan.

“Kepala BBPJN VIII sudah mengumpulkan Kepala Satker pada, Selasa (14/2) kemarin. Beliau meminta Satker dan PPK untuk segera menangani lebih cepat untuk menyelesaikan penanganan jalan rusak di Jatim,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian BBPJN VIII, Achmad Subki mengatakan, perbaikan jalan sudah dilakukan diruas jalan Surabaya – Sidoarjo. Dimana target dari Jalur Surabaya – Sidoarjo yaitu laju normal kendaraan.

Diakuinya, akibat sejumlah lubang di jalan berdampak pada lambatnya laju kendaraan yang melintasinya, serta akibat permukaan aspal yang rusak dan rata. Dua hal itu harus segera diatasi, yaitu dengan dilakukan penambalan dengan aspal, sehingga perjalanan kembali normal dan tidak terjadi korban kecelakaan. “Kami BBPJN VIII bertanggung jawab pada kondisi permukaan aspal,” tegasnya.

Banyaknya lubang di jalan, BBPJN VIII tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Lembaganya memaksimal peran sesuai tugas pokok dan fungsinya, yaitu perawatan jalur utama. “Kami fokus pada perbaikan dan perawatan jalan saja secara rutin,” ujarnya. (pca/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait