Friday, 4 December 2020

Awas! Narkoba Berbentuk Permen Beredar di Sekolah-sekolah

post-top-smn

Oleh: Edit Suwantara, SE (Komite Sekolah SMP Pawyatan Daha 1 Kediri)

Edit Suwantara, SE

Edit Suwantara, SE

SASARAN sindikat pengedar narkoba saat ini bukan hanya kepada orang dewasa saja, namun juga kepada kalangan pelajar.

Mulai dari tingkat SD sampai SMA. Pada beberapa kasus yang terjadi dalam 3 tahun terakhir, narkoba bermetamorfosis dalam bentuk permen.

Narkoba dalam bentuk permen ini dipastikan menyasar kalangan pelajar muda mulai anak-anak atau tingkat SD dan SMP.

Guru dan orangtua untuk selalu waspada dan mengawasi anak-anak, atas peredaran narkoba yang bentuk dan penggunaannya dibikin seperti permen.

Beberapa kasus yang ditemukannya dalam 3 tahun terakhir di Indonesia, korban penyalahgunaan narkotika adalah anak-anak atau kalangan pelajar yang masih muda yang mengonsumsi narkoba dalam bentuk permen. Mungkin narkoba permen ini dapat masuk ke sekolah-sekolah di Indonesia dengan tidak terdeteksi, jika guru dan orangtua tidak peduli atas perkembangan perilaku para pelajar atau anak-anaknya.

Narkotika pada dasarnya akan mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku seseorang, juga anak-anak. Jika ada perubahan perilaku, guru dan orangtua harus peka melihatnya dan harus bisa melihat penyebabnya apakah karena narkoba atau bukan.

logo smp daha 1Untuk itu, perlu untuk mengampanyekan dan menyosialisasikan bahaya narkoba terutama bentuk narkoba baru dalam permen ke sekolah-sekolah mulai dari SD sampai SMA.

Sebab di luar negeri narkotika dalam bentuk permen ini sudah marak dan menjadi perhatian serius pemerintah.

Narkoba permen yang marak beredar di luar negeri itu, diberi perasa dan aroma seperti rasa permen pada umumnya yakni cokelat, cola, chery, kacang, anggur, strawberry dan jeruk.

Yang paling populer mungkin strawberry meth atau strawbery quick.

Narkoba dalam permen ini mengandung ampethamin yang merupakan bahan dasar narkotika jenis ekstasi dan sabu.

Untuk di Indonesia beredarnya permen narkoba rasa cokelat pernah diketahui terjadi di sekolah di Pondok Labu, Jakarta Selatan, akhir Desember 2011 lalu.

Selain itu kasus narkoba dalam bentuk permen juga diketahui narkoba berbahan narkotika LSD dalam bentuk kertas permen yang cara mengonsumsinya diemut seperti mengemut permen. Dan diketahui ada narkoba dalam bentuk permen karet atau yang dikenal dengan sebutan Yaba di Thailand dan Myanmar.

Narkoba dalam bentuk makanan anak yang biasa dikonsumsi anak ini, sangat rawan bagi anak-anak dan pelajar. Karenanya hal ini perlu diketahui oleh guru dan orangtua.

Dengan melatih kepekaan, maka orangtua dan pelajar sebenarnya dapat terus mengawasi para pelajar sehingga bisa dengan jelas melihat jika anak-anak atau pelajar mulai terjerumus narkoba.

Gejala dimana anak patut diduga mulai terkena narkoba adalah mulai susah diajak bicara dibanding biasanya atau mulai enggan terlibat dengan kegiatan keluarga.

Hal lainnya akan diikuti pulang terlambat, mudah tersinggung, mulai berani bolos, malas belajar, susah konsentrasi, tampak tidak tenang atau gelisah, terkadang kelihatan minder dan lainnya.

Kasat matanya anak suka kelihatan bingung, suka bohong, bengong, jadi agak bolot, mulai bolos dan barang-barang berharga kita mulai hilang. Sebab kemungkinan itu dijual dan uangnya untuk pakai beli narkoba.

Karenanya kata dia untuk mengantisipasi dan menghindari hal itu, guru dan orangtua harus meningkatkan hubungannya dengan anak dan keluarga.

Orangtua harus sebagai panutan, sebagai pembimbing dan teman diskusi anak. Usahakan terlibat dalam kegiatan anak dan buat aturanserta tradisi dalam keluarga yang disenangi anak.

Hal lainnyaadalah dengan menggali kelebihan anak dan mendukungnya penuh. Seperti bernyanyi, olahraga, atau jika anak senang musik contohnya diikutkan les musik atau jika senang balet dileskan balet.

Dan pada akhirnya anak-anak, kata Nadiah, juga harus diberi pemahaman supaya jangan percaya dan terima begitu saja pemberian oranglain yang baru dikenal terutama jika bentuknya menyerupai narkoba permen yang di beberapa kasus ditemukan di Indonesia.

post-top-smn

Baca berita terkait