Monday, 17 May 2021

Awas Bus Restu, Krunya Ternyata Pencopet

post-top-smn

JEMBER, SMN – Jangan naik bus Restu, ternyata kru nya adalah pencopet. Hal ini terbukti setelah ditangkapnya 3 orang kru bus Restu jurusan Jember menuju Surabaya, oleh tim Buser Polres Jember, beberapa hari yang lalu.

Pada konferensi press nya, Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, menyampaikan bahwa anggota tim Buser Polres Jember telah berhasil menangkap ketiganya atas laporan dari masyarakat.

Sebenarnya, kata Kapolsek Jember, bahwa transportasi ini diharapkan menjadi primadona pilihan masyarakat dalam bepergian ternyata masih ada saja yang merusak citra alat transportasi tersebut.

“Momok seperti ini memicu masyarakat enggan bepergian menaiki bus, sebab dari sisi keamanan sangat tidak terjadi sama sekalian,” katanya.

Ketiga pelaku pencopetan yang juga kru bus Restu itu, menurut AKBP Kusworo, adalah kondektur dengan inisial HS (20) warga Sidotopo, Kecamatan Kenjeran Surabaya, keneknya dengan inisial ZH (20) warga Dusun Paitonan, Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari Jember dan Sopir dengan inisial HS (35) warga Dusun Dukusia, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji Jember.

“Modusnya kondektur ini menghalang-halangi penumpang yang akan keluar, sedangkan kawannya di belakang sudah mengambil handphone, dompet sambil dioper sampai jatuh ke tangan supir,” terang Kusworo kepada para awak media, tadi siang.

Kusworo menambahkan bahwa salah satu komplotan bandit jalanan ini yaitu sopir bus mengantongi senjata api rakitan.

“Sopir bus mempunyai senpi dimana menurut pengakuannya senjata ini dibuat untuk berjaga-jaga, senjata didapatkan dari temannya di Kalimantan dan merupakan senjata api rakitan,” imbuhnya.

Dari tangan para tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 pucuk senjata api rakitan, 1 butir amunisi dan 1 unit handphone merk Samsung C9 Pro warna emas.

Para tersangka selanjutnya dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 7 tahun penjara, dan tambahan UU Nomer 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun kepada sopir karena kepemilikan senjata api.

“Selanjutnya kami akan memanggil pengurus PO Restu untuk penyelidikan lanjut, kami menghimbau kepada para perusahaan otobus agar selalu mengontrol karyawannya,” tutup Kapolres. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait