Thursday, 22 October 2020

Awal Tahun, Tercatat 776 TKI Jatim Dideportasi

post-top-smn

tki Surabaya, SMN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur menyatakan ada sebanyak 776 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur yang dideportasi. Ratusan TKI tersebut dideportasi selama kurun waktu Januari hingga Maret.

Kepala Disnakertrans Jatim, Sukardo mengatakan, saat ini seluruh TKI yang dideportasi  sudah kembali ke kampung halamannya. Terbaru, Senin (20/3), sebanyak 171 TKI Jatim asal Kabupaten Sampang, Sumenep, Bangkalan dan Lumajang kembali dideportasi.

Ia mengungkapkan, selain ratusan yang sudah dideportasi, diperkirakan masih ada ribuan TKI bermasalah terutama yang berada di Malaysia. Menurut Sukardo, sebetulnya persoalan TKI bermasalah sudah dilakukan langkah antisipasi. Misalnya, melalui penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.

“Pemerintah telah membantu mempermudah pengurusan agar bisa menjadi legal. Meski masih ada yang bermasalah, pemerintah tak henti-hentinya melakukan sosialisasi. Apabila yang ditempuh jalur illegal, maka perlindungan hukumnya menjadi sulit,” jelasnya, Rabu (22/3).

Saat ini, tren dan pola pemberangkatan TKI berubah. Dulu, TKI berangkat dengan menggunakan Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), namun kini berangkat secara pribadi dan akan ditampung di negara tujuan.

Sukardo menegaskan, pengawasan terhadap tenaga kerja Indonesia semakin ditingkatkan. Pihaknya sudah mendata TKI yang ingin bekerja di luar negeri. Sebelum berangkat, TKI tersebut harus mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). (luk/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait