Tuesday, 1 December 2020

Atas Dasar Putusan Pengadilan, M.Hasum Garap Lagi Sawahnya

post-top-smn
M.Hasum (kiri) didampingi Khoiron salah satu perangkat desa Ngabar.

M.Hasum (kiri) didampingi Khoiron salah satu perangkat desa Ngabar.

Pasuruan, SMN – Berdasarkan putusan PN Bangil No.11/ Pdt.G/ 2015/ PN Bil, tanggal 24 November 2015 dan Petikan Putusan Mahkamah Agung pasal 226 KUHP No.905 K/ Pid/ 2015, tanggal 18 November 2015 dimana dalam petikan putusan tersebut telah memutus bersalah terdakwa Mn dan Ms dengan kurungan selama 6 bulan penjara, M.Hasum warga desa Ngabar Kec.Kraton Kab.Pasuruan selaku penggugat baru hari ini (02/03) bisa menguasai kembali dan menanam kacang hijau di lahan yang lama di sengketakan.

Ditemui wartawan SMN, M.Hasum mengatakan bahwa meskipun dua terdakwa lawannya sudah ditahan di Lapas Bangil sejak tanggal 5 February yang lalu tapi Hasum tetap memberikan kesempatan bagi keluarga terdakwa untuk panen hasil sawah dari bibit yang ditanam saat masih bersengketa, namun kesempatan penguasaan lahan itu hanya diberikan Hasum untuk panen ini saja, setelah itu atas dasar putusan PN Bangil dan Petikan Putusan MA, Hasum bersama keluarganya akan kembali menguasai tanah sawah tinggalan orang tuanya itu untuk digarap kembali.

Nawawi, Kepala Desa Slambrit yang dikonfirmasi di pendopo desa mengatakan bahwa sejak adanya keputusan dari Mahkamah Agung hingga ditahannya Mn dan Ms, secara tidak langsung membuktikan ke masyarakat sekitar bahwa Hasum lah yang berhak atas kepemilikan tanah tersebut, sedang dari desa sendiri hanya sebatas mengetahui, ujarnya. Ditemui secara terpisah Tambora dari LBH TNT Pasuruan yang mengawal sengketa tanah milik M.Hasum di desa Slambrit Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan ini mengatakan bahwa apabila keluarga dari terdakwa tetap ngotot untuk menguasai lahan serta menentang putusan pengadilan, maka tidak tanggung-tanggung proses hukum itu akan berjalan lagi dengan terlapor yang lain, ujarnya menutup perbincangan. (badar)

post-top-smn

Baca berita terkait