Thursday, 29 October 2020

Arum Sabil Gandeng Bupati dan BUMN Tanam 250ribu Bibit Cabe

post-top-smn
Ketua Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi, Arum Sabil gandeng Pemkab Jember dan BNI tanam 250 ribu tanaman cabe dalam polibag di City Forest Kaliurang, Senin (13/2) siang.

Ketua Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi, Arum Sabil gandeng Pemkab Jember dan BNI tanam 250 ribu tanaman cabe dalam polibag di City Forest Kaliurang, Senin (13/2) siang.

Jember, SMN – Ketua Pusat Pelatihan Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi, Arum Sabil gandeng Pemkab Jember dan BNI tanam 250 ribu tanaman cabe dalam polibag di City Forest Kaliurang, Senin (13/2) siang.
Menurut Arum Sabil, pihaknya juga mengajak Pemkab dan BNI membuat penilaian terhadap rumah pejabat yang ditanami tanaman untuk ketahanan pangan.
“Nanti kami akan lombakan rumah siapa yang paling indah dan memiliki tanaman yang dapat menambah ketahanan pangan dengan rumah pangan lestari,” jelas Arum Sabil, kemarin.
Dirinya melakukan hal ini disebabkan adanya persoalan secara nasional terkait tingginya harga cabe. Arum sangat paham akan kondisi ini, maka langsung menggandeng BUMN untuk bekerja sama terkait dengan ketahanan pangan.
”Ini adalah masalah nasional dan yang kami lakukan itu sangat riil, biarpun harganya melambung hingga Rp 140ribu tapi solusi tidak sesulit masalah tanaman tebu,” bebernya.
Gerakan ini menurut Arum harus bisa dilakukan secara masif. Arum mengatakan gerakan ini diimplementasi bersama pemkab jember dan BUMN.
“Sinergi kebersamaan ini akan dijadikan contoh secara nasional dan instansi mana atau rumah siapa yang mencerminkan rumah pangan lestari akan diberikan hadiah oleh Bupati Jember,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Jember dr Faida dalam sambutannya mengatakan bahwa sebuah program itu akan sukses jika program tersebut diyakini.
“Kami atas nama Pemkab Jember mendukung sepenuhnya kegiatan Gerakan Kemandirian Pangan Nasional ini yang dapat mendukung ketahanan pangan,” kata faida.
Dipilih cabe, kata Faida karena tanaman tersebut karena waktunya pendek hanya 60 hari.
“Cabe ini bisa menjadi pengendali inflasi mungkin seperti BNI kalau ditanya pasti jawabnya ada di City Forest,” ujarnya.
Bupati Faida sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Arum Sabil. Sebab kata Faida, Arum Sabil ini sudah mentrasfer ilmunya kepada siapa saja yang memintanya.
“Kami apresiasi sebab pak Arum bisa membagi ilmu pertanian dan tamanan pangan ini kepada semuanya. Dan siap bersinergi, nanti pada saat Bupati berkantor di desa, bibit itu akan dibagikan,” paparnya.
Maka dari itu, kata Bupati semangat ini jangan sampai luntur jika ada ceremonial saja, demi meningkatkan tamanan pangan dan ketahanan pangan ke depannya. (atk)
post-top-smn

Baca berita terkait