Saturday, 26 September 2020

Antisipasi Kejahatan Begal, Mahasiswa ITS Gagas Aplikasi ‘Partmaps’

post-top-smn
Tim pembuat aplikasi anti begal saat diterima Rektor ITS Surabaya. Foto: humas ITS Surabaya.

Tim pembuat aplikasi anti begal saat diterima Rektor ITS Surabaya. Foto: humas ITS Surabaya.

Surabaya, SMN – Kepekaan Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terhadap masalah kriminaslitas ditunjukkan dengan menggagas sebuah aplikasi bernama Partmaps, sebuah aplikasi anti begal. Ide baru membuat aplikasi Partmaps berlatar adanya permasalahan begal yang selama ini meresahkan masyarakat.

Ketua tim Partmaps, Alvin Rahman Kautsar, Kamis (11/8) mengatakan, Partmaps merupakan aplikasi berbasis smartphone android yang dibuat untuk memudahkan para penggunanya untuk saling memantau keberadaan satu sama lain. Terdapat dua fitur utama dalam Partmaps, yakni peta digital dan threat button. Dengan peta digital, pengguna dapat mengetahui titik lokasi teman-temannya sesama pengguna Partmaps yang tergabung dalam satu grup.

Sementara threat button digunakan untuk mengirim notifikasi ancaman secara cepat ke semua teman grup dengan menekan tombol volume pada smartphone. Semua anggota grup berhak mengonfirmasi kebersediaan mereka untuk datang menolong atau tidak.

“Pengirim notifikasi bahaya juga akan tahu siapa saja yang akan datang menolongnya. Jika keadaan telah dirasa aman oleh sang pengirim notifikasi, maka ia akan menekan tombol aman untuk mengabarkannya,” jelasnya.

Hadirnya aplikasi Partmaps, sambung Alvin, para pengguna tentu akan lebih mudah memberikan kabar saat kondisi bahaya. “Daripada kirim SMS atau chat, lebih mudah dengan sekali tekan tombol volume. Semua fitur tentu akan berfungsi saat pengguna tersambung dengan koneksi internet dan GPS yang aktif,” tutur Alvin.

Latar belakang Alvin bersama keempat temannya yang lain yakni Achmad Affandi, Stezar Priansya, Noptrina Puspitasari, dan Shaqilla Az Zahra untuk mewujudkan aplikasi ini berawal dari data kasus pembegalan dari Polda Metro Jaya. Tercatat sebanyak 80 kasus begal terjadi di wilayah Jabodetabek per Januari 2015. Hal ini makin menguatkan mereka untuk menghadirkan aplikasi inovatif ini di masyarakat.

Partmaps pun akhirnya lolos mendapat pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) dan membawa mereka pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29 di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang masih berlangsung hingga saat ini.

Tak hanya kasus pembegalan, aplikasi ini juga mengakomodasi kasus lain yakni kecelakaan dan ban bocor. Masing-masing kasus memiliki bobot yang berbeda. Sistem akan menghitung ketersediaan pengguna berkondisi aman dengan prioritas kasus. “Jadi kebutuhan jumlah penolong akan disesuaikan dengan kasus yang dialami,” ujar Alvin.

Partmaps yang berasal dari kata partners dan map ini belum secara resmi dirilis bebas. Alvin dan tim menargetkan bisa menggandeng pihak pemerintah dan kepolisian untuk mendukung aplikasi Partmaps ini. Sehingga orang-orang dapat dengan mudah menolong sesama dengan nyata. “Tidak hanya share dan like seperti yang sekarang terjadi,” pungkas mahasiswa asal Tulungagung tersebut. (luk/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait