Thursday, 3 December 2020

Angin Puyuh dan Longsor Hantui Warga Ngawi

post-top-smn
Ilustrasi hujan disertai angin kencang

Ilustrasi hujan disertai angin kencang

Ngawi, SMN – Angin puyuh asih rawan terjadi di Ngawi. Ini seperti yang terjadi di Desa Jenggrik, Kedunggalar, 26 Februari lalu. puluhan rumah warga rusak berat akibat angin puting beliung. Bahkan beberapa lainnya roboh. “Saya langsung lari ketika ada suara gemuruh,” ujar Lasmi, salah satu warga yang rumahnya roboh.

Bencana yang rawan terjadi di Ngawi tak lepa dari banyaknya lingkungan hutan yang rusak. Selain puting beliung, daerah di sekitar lereng gunung juga rentan disapu bencana. Ini seperti yang terjadi di Hargomulyo Kecamatan Ngrambe. Rumah Sunardi dan Abdurrohim roboh dilanda longsor setelah berhari-hari hujan deras mengguyur. Hal ini ikut membuat sejumlah warga lain yang tinggal di dataran tinggi ikut was-was. “Bagian dapur yang rusak berat,” ungkap Abdurrohim.

Angin puting beliung, banjir dan longsor adalah ancaman bencana yang melanda beberapa kecamatan di Ngawi. Hal ini menjadikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi bekerja ekstra keras dan harus stand by melakukan evakuasi dan pertolongan untuk korban bencana. “Kalau musim hujan begini BPBD memang harus siaga dan kita juga selalu perintahkan petugas piket 24 jam untuk mengantisipasi bila ada laporan.” ungkap Eko Heru Cahyono, Kepala BPBD Ngawi.

Banjir, puting beliung dan longsor sudah melanda desa-desa di Kabupaten Ngawi. Pemkab Ngawi pun diminta aktif untuk mengingatkan warga agar mendirikan hunian di lokasi yang relatif aman. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait