Friday, 4 December 2020

Anak TK Terpaksa Hidup Dari Sampah 

post-top-smn

 

Gubuk milik Suyud yang ditinggali bersama anaknya Aliya

Gubuk milik Suyud yang ditinggali bersama anaknya, Aliya.

Ngawi, SMN – Nasib Aliya Fitri Amelia, 6 tahun, tak seberuntung kawan-kawannya yang lain. Bocah yang baru duduk di taman kanak-kanak (TK) tersebut, harus berkutat dengan sampah setiap hari. Sejak pulang dari TK sampai urusan makan pun, dia lakukan di tempat pembuangan sampah di Desa Legokulon Kecamatan Kasreman.

Bukan hanya soal lingkungan tempatnya beraktifitas yang kurang layak, Aliya juga tidak lagi merasakan kasih sayang ibunya sejak kedua orangtuanya bercerai setahun lalu. Suyud, ayah Aliya memang memungut barang-barang tak terpakai di tempat pembuangan sampah demi menyambung hidup dengan Aliya. “Sebenarnya ya ingin membelikan sepeda untuk Aliya dan memberikan kehidupan yang lebih baik, tapi mau bagaimana lagi, saya hanya bisa memungut rongsok,” kata Suyud.

Kehidupan yang keras dan penuh kekurangan sudah dirasakan Aliya sejak usia balita. Bahkan rumahnya hanyalah susunan kayu bekas beratapkan seng dengan ukuran 4 x 3 meter. Di tempat yang sesempit itu, masih harus pula bercampur dengan barang rongsokan yang sudah dikumpulkan Suyud namun belum sempat dijual. Tanpa sarana yang memadai, rumah sempit ini juga tak memiliki aliran listrik. “Saya belum mampu beli bahan-bahan untuk membuat rumah yang lebih layak,” ungkap Suyud.

Dengan lantai tanah dan keterbatasan akses serta kesempatan kerja yang bisa didapatkan Suyud, saat ini hanya mencari rongsok atau memulung rongsok di tempat sampah yang bisa dilakukannya. Walaupun aktifitas ini tak memberikan banyak uang namun dapat menyambung hidup bersama anaknya termasuk untuk urusan makan dan sekolah Aliya. Kehidupan Aliya dan ayahnya yang serba kekurangan ini memantik solidaritas dari warga Ngawi dan bersama perangkat desa setempat, Minggu, 14 Mei lalu, ada kegiatan goong royong memperbaiki rumah Suyud. Namun demikian, hal itu hanya mengurangi sedikit beban hidup Suyud dan Aliya karena mereka memang termasuk warga berpenghasilan rendah untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. “Kami sangat berterimakasih untuk semua bantuan yang sudah diberikan,” ungkap Suyud.  (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait