Thursday, 3 December 2020

AJI Kediri Minta Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis

post-top-smn

Kediri, SMN –  Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri mengutuk tindakan kekerasan dan pengrusakan oleh sejumlah oknum anggota TNI Angkatan Darat Batalyon Infanteri 501 Rider Madiun yang menghajar dan merusak peralatan kerja Kontributor Net TV Soni Misdananto saat melakukan peliputan, Minggu, 2 Oktober 2016 di Madiun.

kekerasan-wartawan-illustrasi

Berikut ini Pernyataan Sikap Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri yang diporoleh Redaksi SMN sebagai berikut :

PERNYATAAN SIKAP ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) KEDIRI ATAS PENGANIAYAAN TERHADAP JURNALIS NET TV OLEH ANGGOTA TNI DI MADIUN

Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis

Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Sejumlah anggota TNI Angkatan Darat Batalyon Infanteri 501 Rider Madiun menghajar dan merusak peralatan kerja Kontributor Net TV Soni Misdananto saat melakukan peliputan, Minggu, 2 Oktober 2016 di Madiun.

Tindak kekerasan ini terjadi saat Soni Misdananto tengah dalam perjalanan menuju Madiun, tepatnya di Jalan Raya Madiun Ponorogo. Saat tiba di dekat perempatan Te’an, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, hujan deras mengguyur. Soni memutuskan menepi dan berteduh di rumah warga. Di sekitar perempatan itu juga terlihat sejumlah aparat gabungan TNI dan Polisi yang berjaga mengamankan peringatan Suroan.

Tak lama berselang muncul iring-iringan (konvoi) kendaraan anggota perguruan silat usai mengikuti peringatan Suroan. Tiba di perempatan, kendaraan paling depan dari rombongan itu menabrak kendaraan pengguna jalan yang berhenti di lampu merah.

Sebagai seorang jurnalis, Soni Misdananto secara spontan mengeluarkan kamera untuk mengabadikan peristiwa kecelakaan itu. Di tengah merekam peristiwa itu, muncul sejumlah anggota TNI AD Yonif 501 Rider Madiun yang menyerbu dan menghajar peserta konvoi yang terlibat kecelakaan tersebut. Soni pun tetap merekam peristiwa itu hingga tiba-tiba sejumlah anggota TNI mendatangi dan menginterogasinya.

Usai menjelaskan identitasnya sebagai Kontributor Net TV, salah satu prajurit meneriaki kawan-kawannya yang terlibat pemukulan peserta konvoi. Prajurit itu memberitahukan jika ada wartawan yang merekam pemukulan itu dan langsung menghentikan aksinya. Selanjutnya, Soni dibawa paksa menuju sebuah rumah yang terdapat banyak anggota TNI dan Polisi. Soni menduga mereka adalah personil pengamanan gabungan yang ditugaskan menjaga peringatan Suroan di sepanjang jalan.

Di tempat itu Soni kembali diinterogasi dan diminta menunjukkan tanda pengenalnya sebagai Kontributor Net TV. Selain itu anggota TNI lainnya juga meminta kamera milik Soni dan mengambil memori card yang berisi rekaman pemukulan tersebut. Di depan Soni, anggota TNI itu mematahkan memori card dan mengancam untuk tidak memberitakan.

Di tengah interogasi dan intimidasi itu, sejumlah anggota TNI tiba-tiba masuk dan langsung menghajar Soni dengan brutal. Diawali dengan pemukulan pada kepalanya menggunakan besi berbentuk lengkung, pipi kirinya juga ditonjok dengan keras. Pemukulan paling menyakitkan, menurut Soni, adalah tendangan lutut dari seorang prajurit yang menghantam badannya.

Dalam kondisi dikeroyok dan tak bisa melawan, Soni ditarik oleh seseorang dari kerumunan itu dan dipindahkan ke rumah salah satu warga yang menjadi lokasi penitipan sepeda. Belum lama menarik nafas dari hajaran brutal TNI, seorang prajurit kembali mendatangi. Dia meminta Kartu Tanda Penduduk milik Soni dan memotretnya menggunakan kamera ponsel. Usai memotret, anggota TNI itu mengancam untuk tidak memberitakan dan akan mencari keberadaan Soni di rumahnya jika tetap menyiarkan.
Atas kekerasan tersebut, ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) KEDIRI menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :

1. Mengutuk tindakan kekerasan aparat TNI terhadap jurnalis yang tengah melakukan tugas jurnalistik yang dilindungi oleh Undang undang Pers Nomor 40 tahun 1999. UU tersebut dengan tegas menyatakan bahwa jurnalis dilindungi dari tindak dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun.
2. Meminta pengusutan mendalam atas insiden penganiayaan ini oleh Panglima TNI dan melakukan evaluasi terhadap jajaran di bawahnya tentang tugas pokok prajurit dalam melindungi dan mengayomi masyarakat, mengingat kasus pemukulan terhadap jurnalis makin kerap terjadi.
3. Menghukum seberat-beratnya anggota TNI Angkatan Darat Batalyon Infanteri 501 Rider Madiun yang melakukan penganiayaan kepada rekan kami Soni Misdananto.
4. Mendesak Dewan Pers dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melakukan upaya khusus terhadap institusi TNI untuk menghentikan tindak kekerasan terhadap pekerja media dan masyarakat sipil.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Atas insiden ini, AJI KEDIRI juga meminta kepada seluruh jurnalis untuk tidak gentar melaksanakan tugasnya, termasuk di kepada institusi militer sekalipun.

Hormat kami,

Ketua AJI Kediri
AFNAN. SUBAGIO
Koordinator Divisi Advokasi

AGUS FAUZUL

post-top-smn

Baca berita terkait