Tuesday, 24 November 2020

Adanya Hibah di Tahun 1964 Menghapus Waris Saeran

post-top-smn
Saleh, Saneyah, Buamin di dampingi Badri (LBH TNT Pasuruan).

Saleh, Saneyah, Buamin di dampingi Badri (LBH TNT Pasuruan).

Pasuruan, SMN – Munculnya saksi-saksi pemberian hibah atau pembagian harta oleh Saeran semasa hidupnya kepada ke tiga orang anaknya, membuat sengketa tanah di desa Karanglo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dinyatakan selesai.

Ditemui wartawan media ini, beberapa orang yang bersedia di jadikan saksi atas wasiat hibah Saeran di sekitar tahun 1964, menyelesaikan sengketa yang selama ini ramai di bicarakan. Buamin dan Saneyah, dua kerabat dekat Saeran yang diberikan wasiat oleh Saeran berani angkat bicara bahwa tanah milik Saeran yang tertulis pada buku C desa No. 240 persil 07 dengan luas 2.510 m2 memang telah diberikan Saeran kepada anak bungsunya yang bernama Sutik, di perkuat juga adanya keterangan dari Saleh dan kerabat lain yang mau di jadikan saksi adanya kepemilikan tanah milik Sutik.

Terkait permasalahan tersebut baik pihak desa Karanglo maupun pihak Kecamatan Grati sudah menganggap sengketa ini selesai.

Badri dari LBH TNT Pasuruan yang mengawal permasalahan ini dari awal mengatakan bahwa munculnya keterangan dari beberapa pembawa wasiat adanya pembagian hibah langsung dari si pemilik tanah yaitu pak Saeran semasa hidupnya kepada ke tiga orang anaknya pada sekitar tahun 1964, sudah menghapus adanya waris yang selama ini menjadi konflik berkepanjangan, di samping objek tanah peninggalan pak Saeran sudah banyak yang di jual atau alihkan oleh anaknya yang lain. (w1n)

post-top-smn

Baca berita terkait