Sunday, 25 October 2020

63 Pemohon Paspor Karena Data Palsu, Ditolak Kantor Imigrasi Klas II Jember

post-top-smn
kantor imigrasi menolak 63 pemohon paspor

Kantor Imigrasi Klas II Jember menolak 63 pemohon paspor

Jember, SMN – Awal tahun 2017 ini, menurut Kepala kantor Imigrasi Klas II Jember, Rudiara Rachmad Kosasih kepada sejumlah media menjelaskan bahwa telah menolak puluhan pemohon pembuatan paspor. Penolakan ini menurutnya, dilakukan untuk mencegah perdagangan manusia di luar negeri atau sejenisnya.

Kata Rudiara bahwa sejak Januari hingga Februari 2017 lalu, kantor Imigrasi Jember sudah menolak 63 pemohon. Penolakan tersebut, berkaitan dengan upaya untuk mencegah terjadinya korban perdagangan manusia, dengan menggunakan modus TKI tidak prosedural.

“Pada dasarnya, kami selalu siap dan wajib melayani siapapun yang akan mengajukan permohonan paspor, selama segala bentuk persyaratannya itu sesuai dengan yang sudah ditentukan, seperti sesuai dengan hasil pemeriksaan berkas, sesuai dengan hasil wawancara yang sebelumnya melakuakn foto dan sidik jari,” katanya kepda wartawan saat ditemui diruangkerjanya, kemarin.

Selain itu dikatakan Rudiara, pemohon tersebut saat wawancara harus menyampaikan maksud dan tujuannya harus jelas. Dan hal demikian itulah menurutnya yang dapat diberikan persetujuan membuat paspor.

“Namun demikian, kami juga melakukan seleksi terhadap masyarakat yang akan mengajukan paspor yang ditenggarai data yang dimiliki harus sama, antara data kependudukan, jati diri dengan data yang dimiliki oleh kantor Imigrasi Klas II Jember,” paparnya.

Ternyata kata Rudiara, dari ke-63 yang ditolak tersebut banyak data yang menyimpang, misalnya seorang pemohon pada saat pengejuan menggunakan nama Si A, namun setelah dilakuakn foto dan sidik jari, serta wawancara, ternyata yang bersangkutan diketahui bernama Si B.

“Jadi data pada system kami akan memunculkan nama, foto, sidik jari atau data lainnya yang telah digunakan orang lain, sebab akan memverifikasi dengan sendirinya. Ya seperti Si A memohon, setelah itu didata kami muncul nama Si B berdasarkan hasil foto, sidik jari dan wawancara, itu tidak bisa dicuri atau dibohongi,” bebernya.

Nah yang seperti itu, kata Rudi yang akan didalami lebih lanjut dan akan mendatanagi lokasi tempat tinggal yang bersangkutan untukmendapatkan data-data yang lebih lengkap lagi. Ternyata, tujuan dari yang bersangkutan untuk dijadikan sebagai tenaga kerja, maka pengajuannya akan ditunda.

“Nah seperti itu, pasti kami akan tunda pengajuannya, sebelumnya mereka akan kami mintai untuk mengeurus izin ketenagakerjaan di kantor Dinas Tenaga Kerja dan BNP2TKI sebagai rekomendasi kepada kami,” tambahnya.

Dan kalau data sudah sesuai dengan jati diri pemohon, ditegaskan Rudiara, maka pihak kantor Imigrasi akan segera memberikan persetujuan untuk dibuatkan paspor.

“Tapi kalau pemohon sudah memanipulasi data kependudukan maka kami tidak bisa memprosesnya. Dan jelas tidak akan kami proses permohonan orang-orang tersebut,” ujarnya.

Dan ini, kata Rudiara lagi, bahwa ini guna mendukung atas kebijakan program pemerintah untuk melindungi TKI. Pencegahan TKI yang non prosedural. Maka penolakan permohonan paspor itu karena mereka Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang akan berangkat tidak mampu memenuhi persyaratan.

Para pemohon paspor yang ditolak berasal dari para CTKI baru yang hendak berangkat ke luar negeri, juga kata Rudiara dilakukan kepada para mantan TKI yang akan mengadu nasib kembali.

“Mereka umumnya, tidak mampu memenuhi syarat administrasi berupa surat rekomendasi dari kantor Dinas Tenaga Kerja setempat. Kita terus melakukan penolakan itu mulai dari tahap wawancara dan seterusnya. Bilamana, misalkan ada timbul keraguan, mereka diminta menunjukkan persyaratan. Namun, apabila tidak bisa melengkapi, maka akan kita tolak,” pungkasnya.

Ditambahkan, hal serupa juga dilakukan oleh seluruh Kanim di seluruh Indonesia, tapi jumlahnya tidak terlalu besar. Kantor Imigrasi Klas II Jember yang membawahi tiga daerah yaitu, Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait