Friday, 4 December 2020

326 Siswa Se-Kota Pasuruan dan Se-Kabupaten Pasuruan Telah Mengikuti UNBK Susulan

post-top-smn

images (4) Pasuruan, SMN – Ada sebanyak 326 siswa SMK yang ada di se-Kota Pasuruan dan se-Kabupaten Pasuruan telah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) susulan, Rabu (19/04/2017).

Dengan jumlah yang sampai mencapai ratusan siswa yang telah mengikuti ujian susulan dikarenakan ada halangan dan tidak hadirnya para peserta diwaktu berlangsungnya kegiatan UNBK, serta ada kendala dalam beberapa permasalahan teknis disaat pelaksanaan UNBK tersebut.

Indah Yudiani, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur yang berwenang di Wilayah Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan menjelaskan, dari jumblah 326 siswa tersebut terbagi menjadi dua Wilayah antara lain pelajar SMK dari Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 244 dan untuk pelajar SMK dari Kota Pasuruan sebanyak 82 pelajar

Dan dari wilayah Kota Pasuruan, yang berjumlah 84 pelajar yang harus mengulang ujian tersebut adalah dari SMKN 1 Pasuruan, SMK PGRI 1 Pasuruan, SMK PGRI 4 Pasuruan, serta SMK Shalahudiin. Sedangkan untuk pelajar SMK dari Kabupaten Pasuruan yang berjumlah 244 berasal dari SMKN 1 Bangil, SMKN Rembang, SMK A Yani Bangil, SMKN Purwosari, SMKN 1 Sukorejo, SMK Maarif Pandaan, dan SMK Al Madinah Bangil.

“Untuk siswa yang tidak dapat mengikuti atau tidak hadir dikarenakan sakit, sedangkan untuk masalah teknis dikarenakan kebanyakan pada jaringan internet yang mengalami trouble sampai tidak munculnya soal dalam layar computer selama berjam-jam,” tuturnya.

Lebih lanjut, khusus untuk permasalahan yang dikarenakan permasalahan kepada jaringan yang terjadi pada disaat hari terakhir pelaksanaan UNBK, yaitu mata pelajaran produktif. Dan Indah lantas mencontohkan untuk permasalahan yang dialami oleh sekolah SMKN Rembang, di mana sekitar ada 68 siswa yang harus mengulang ujian tersebut dikarenakan terjadi gangguan listrik di tengah-tengah ujian disaat berlangsung.

“Bahkan, meskipun telah sudah disiapkan genset, ternyata genset tersebut rusak akhirnya tidak bisa di fungsihkan atau tidak bisa digunakan untuk menampung daya, sehingga terpaksa harus dihentikan dan akhirnya para siswa tersebut melaksanakan ujian susulan,” imbuhnya.

Sementara itu Mochammad Supandri S.Pd,M.TT menjelaskan, untuk jalannya UNBK Susulan yang dilaksanakan mulai Selasa (18/04) hingga Rabu (19/04) telah berjalan dengan lancar, untuk siswa di Sekolah SMKN I Bangil ada beberapa jumlah siswa yang telah mengikuti UNBK susulan adalah 13 siswa, dan ada salah satu siswa yang berhalangan hadir dikarenakan sakit, sehingga siswa tersebut harus mengikuti ujian di tahun depan.

“Ya, namanya juga musibah dan resiko. Biarpun untuk UNBK tidak menjadi sebagai penentu dalam kelulusan, tapi berhubung siswa tidak masuk ujian susulan dan tidak mengikutinya, ya terpaksa ahkirnya kamipun juga tidak bisa meluluskan siswa tersebut, padahal siswa tersebut rajin dan giat belajar. Monggo kami mempersilakan kepada siswa tersebut supaya bisa mengikuti UNBK di tahun depan dan untuk siswa tersebut tidak perluh sekolah lagi, tapi hanya untuk mengikuti ujiannya saja,” pungkasnya. (Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait