Thursday, 3 December 2020

21 Adipura Jatim Bertemu di Pandaan

post-top-smn
Dikerumuni Piala Adipura dan Kalpataru Yang Diraih Kabupaten-Kota di Jatim Serta Piala Nirwasita Tantra, Pakde Karwo Berikan Sambutan Pada Peringatan HLH Provinsi Jatim Tahun 2016

Dikerumuni Piala Adipura dan Kalpataru Yang Diraih Kabupaten-Kota di Jatim Serta Piala Nirwasita Tantra, Pakde Karwo Berikan Sambutan Pada Peringatan HLH Provinsi Jatim Tahun 2016

 

Surabaya, SMN – Sebanyak 21 Piala Adipura yang berhasil diraih Provinsi Jatim dalam Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Provinsi Riau beberapa waktu lalu, bertemu kembali di Pandaan. Ke-21 penghargaan adipura tersebut bersatu dengan Nirwasita Tantra Award, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diraih Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo pada puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Provinsi Jatim Tahun 2016 di Taman Chandra Wilwatikta, Pandaan, Kab. Pasuruan, Kamis (28/07).

Selain Adipura, Prov. Jatim juga menerima Piala Kalpataru yang diterima oleh Dr. Gamal Albindsaid dari Kota Malang. Selain itu, Piala Nirwasita Tantra juga diraih oleh Kota Surabaya (2 piala) dan Kab. Lumajang (1 piala).

Ini adalah kali pertama ke-21 adipura tersebut bersanding bersama di satu tempat. Penghargaan Adipura tersebut tanggal 22 Juli 2016 diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI, Dr. H. Jusuf Kalla di Riau. Dalam puncak peringatan tersebut, Jatim mendominasi perolehan penghargaan. Diantaranya Penghargaan Adipura Paripurna yang diraih oleh Kota Surabaya dan Kab. Tulungagung, Penghargaan Adipura Kirana yang diraih oleh Kota Malang, Kota Madiun, Kab. Jombang, Kab. Sidoarjo, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kab. Lamongan, Kab. Bojonegoro, Kab. Malang dan Kab. Tuban, serta Penghargaan Adipura Buana yang diraih Kota Pasuruan, Kab. Banyuwangi, Kota Blitar, Kab. Nganjuk, Kab. Mojokerto, Kab. Pacitan, Kab. Madiun, Kab. Sumenep dan Kab. Pasuruan.

Tak hanya itu, Gubernur Jatim berhasil menyabet peringkat pertama nasional penghargaan Nirwasita Tantra Award 2016. Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan tertinggi bidang Lingkungan Hidup (LH) yang diberikan pemerintah pusat kepada kepala daerah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan gunamemperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya. Pakde Karwo menempati urutan pertama peraih penghargaan tersebut untuk tingkat provinsi dengan menyisihkan Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Jambi sebagai nomine nasional.

Dalam sambutannya, Pakde Karwo, sapaan akrabnya, minta Hari Lingkungan Hidup tak hanya diperingati sebagai upacara peringatan biasa, tapi lebih kepada momentum bagi kita dalam menjaga lingkungan bagi anak cucu kita ke depan. Peringatan ini bukan hanya memperingati pohon atau alam, tapi bagaimana menciptakan udara bersih, air yang bersih dan lingkungan yang nyaman.

Pakde Karwo Secara Simbolis Memberikan Bibit Tanaman Kepada Bupati Pasuruan Pada Peringatan HLH Provinsi Jatim di Taman Candra Wilwatikta

Pakde Karwo Secara Simbolis Memberikan Bibit Tanaman Kepada Bupati Pasuruan Pada Peringatan HLH Provinsi Jatim di Taman Candra Wilwatikta

“Mari kita canangkan suistanable development agar pembangunan kita berkelanjutan, karena pembangunan lingkungan yang baik akan menciptakan pembangunan manusia yang akan menghasilkan generasi penerus yang luar biasa. Mari kita wariskan ke anak cucu kita udara yang bersih, sejuk, air yang bersih dan ikan yang segar”, ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Jatim atas partisipasinya sehingga Jatim mendominasi penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional. Partisipasi dan peran masyarakat sangat penting dalam membawa perubahan dan kemajuan di Jatim. “Kami tidak memaksakan pikiran kami kepada masyarakat, tapi masyarakat kita ajak bicara dan ikut dilibatkan dalam pengambilan kebijakan. Aspirasi masyarakat selalu kami perhatikan dan dikawal, termasuk persoalan lingkungan hidup,” katanya.

Secara kultural, Pakde Karwo juga menghidupkan kembali kearifan lokal guna menjaga Lingkungan Hidup di lokasi-lokasi yang memiliki nilai historis, seperti mencanangkan Gerakan Desa Pelindung Sumber Daya Alam dan Pengukuhan Penyuluh Konservasi Kawasan Perdesaan di kawasan pegunungan Argopuro bersama Kenduri Agung Pengabdi Lingkungan (Kapal) Jatim, lalu menggandeng LSM untuk pengawasan terhadap mata air.

Dalam upaya mengembalikan fungsi lingkungan hutan, Pemprov Jatim telah mengembangkan program Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Kab. Jombang tepatnya di Kecamatan Wonosalam, serta pembuatan Demplot Menuju Provinsi Hijau pada 5 (lima) desa, serta Demplot Pelestarian Sumber Mata Air dengan Vegetasi pada 4 (empat) desa. Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga telah menetapkan Suaka Kawasan Ikan Kali Surabaya di wilayah Wringinanom dan sekitarnya. Dengan maksud untuk mendukung kehidupan ikan sehigga mampu berkembang biak dengan baik, serta sebagai sarana edukasi dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur secara simbolis menyerahkan penghargaan lingkungan hidup tingkat Provinsi Jatim yang terdiri dari beberapa kategori. Diantaranya, Penyusun Terbaik Status Lingkungan Hidup Daerah, Pelestarian Lingkungan Hidup yang terdiri dari kategori perintis lingkungan, pengabdian lingkungan, penyelamat lingkungan, dan pembina lingkungan, Desa/kelurahan Berseri Kategori Mandiri, Sekolah Adiwiyata Provinsi, dan Pelaksanaan Pelaporan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Usai acara, Gubernur didampingi oleh Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim berkenan melakukan penanaman pohon langka sumbangan dari Kebun Raya Purwodadi. Selanjutnya dilakukan pelepasan burung sumbangan dari Taman Safari II dan peninjauan 32 stand pameran.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Prov. Jatim, Ir. Bambang Sadono, MM, menyampaikan bahwa BLH Jatim terus melakukan program-program pengendalian timbunan sampah dan mengurangi efek gas rumah kaca. Dari sampah organik yang ada di Jatim, gas metannya diolah menjadi biogas yang bermanfaat untuk substitusi gas elpiji rumah tangga. Kamudian ada juga sampah yang diolah menjadi pupuk organik . Inovasi ini yang kemudian mendapat apresiasi Pemerintah Pusat melalui penghargaan lingkungan hidup ini. Ia berharap ke depan jumlah penghargaan lingkungan hidup yang diperoleh Jatim akan menigkat. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait