Sunday, 25 October 2020

10 Tahun Kondisi Jalan Aspal Desa Tambong Rusak Parah

post-top-smn
Tambang Batu dan Genangan Air bercampur Lumpur disaat musim penghujan.

Genangan Air bercampur Lumpur disaat musim penghujan.

“Air Bercampur Lumpur Sisa Penambangan Batu Diwaktu Hujan Menggenang Hingga Ke Jalan Melewati Pemukiman Warga”

Banyuwangi, SMN – Kondisi fisik jalan yang terletak di sebelah barat kantor Balai Desa Tambong, Kecamatan Kabat tepatnya di Dusun Kejoyo hingga menuju jalan tembus Desa Gumuk, Kecamatan Licin rusak parah tidak tersentuh pengaspalan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) 10 tahun ini.

Pantauan SMN ketika saat berada dilokasi jalan tembus menuju kedua desa yang menghubungkan antara Desa Tambong, Kecamatan Kabat menuju Desa Gumuk, Kecamatan Licin rusak parah tidak tersentuh pengaspalan seperti halnya desa lainnya. Padahal, sudah berkali – kali diajukan pembangunan pengaspalan jalan dalam pembahasan Musrenbangdes hingga ketingkat Kabupaten.

Seperti disampaikan sejumlah warga yang diketahui bernama Wawan mengatakan, keberadaan jalan tersebut semakin rusak karena setiap harinya dilewati truk pengangkut material batu. Yang mana, Desa Tambong merupakan satu – satunya tempat produksi pertambangan batu terbesar yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Menurutnya, ratusan kubik batu berasal dari Desa Tambong yang ditambang saat ini masih belum juga habis. Berarti material batu yang ada merupakan sebuah tanda bahwa lahan gumuk batu di kedua desa tersebut sebagai sentral produsen batu.

“Apa karena Desa Tambong dan jalan menuju Desa Gumuk dilalui truk batu dari hasil pertambangan sehingga tidak mendapatkan bantuan perbaikan jalan. Karena jumlah tonase dipastikan melebihi kapasitas,” Ujarnya.

Disisilain, akibat dari rusaknya jalan dan pertambangan batu yang tidak termanajemen sangat berdampak sekali bagi akses jalan. Terbukti, setiap musim penghujan disepanjang jalan tergenang lumpur bercampur krikil hingga mengalir ke pemukiman penduduk.

“Bertahun – tahun dijadikan tempat pertambangan batu, namun akses jalan dan drainase masih tidak diperhatikan oleh sejumlah pengusaha tambang batu itu. Semestinya, ada kontribusi untuk perawatan jalan agar tingkat kerusakannya tidak semakin parah,” Ungkapnya.

Begitupula disampaikan, Pemerhati Lingkungan yang tergabung di Minakjinggo mengaku prihatin terkait akses jalan tidak bisa maksimal terpelihara dengan baik. Padahal, hasil yang didapatkan dari pertambangan tidaklah sedikit.(dhi)

post-top-smn

Baca berita terkait