Tuesday, 12 November 2019

YKI Bangun Kamar Lagi di Rumah Singgah Penderita Kanker Tidak Mampu

post-top-smn

Sebelum Meletakan Batu Pertama Ibu Nina Soekarwo Bersama Ibu Fatma Saifullah Yusuf Meletakan Batu Pertama Pembangunan Tahap II Rumah Singgah Sasana Marsudi Husada Yayasan Kanker Indonesia Cabang Jawa Timur

Surabaya, SMN – Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Jatim Dra Hj Nina Soekarwo, M.Si yang akrab disapa Bude Karwo ini sangat peduli dengan pasien penderita kanker, terutama yang pasien yang kurang mampu. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan tahap II Rumah Singgah Sasana Mardi Husada (SMH), yang ditandai dengan peletakan batu pertama, di sebelah selatan bangunan gedung YKI cabang Jatim, Jl Mulyosari Tengah Surabaya, Sabtu (28/2) lalu.

Dalam sambutannya Bude Karwo menjelaskan, pembangunan Rumah Singgah Sasana Mardi Husada ini untuk mewujudkan misi Yayasan Kanker Indonesia sebagai tempat tinggal sementara bagi pasien kanker dari luar kota yang sedang menjalani pengobatan di RS dr Soetomo Surabaya, sehingga mendapatkan tempat penginapan yang layak dan murah.

 

Rumah Singgah Sasana Mardi Husada sejak dioperasikan kembali pada tgl 25 Oktober 2011, telah ditempati pasien dari berbagai daerah, tidak hanya asal Jatim tapi juga dari Indonesia Timur.

Kapasitas rumah singgah Sasana Mardi Husada YKI Cab. Jatim saat ini 16.200 hari huni (yaitu 20 kamar yang terdiri dari 40 tempat tidur x 365 hari). Namun sejak tahun lalu sudah tidak bisa menampung permintaan pasien penderita kanker beserta pendampingnya karena sudah melebihi kapasitas.

“Karena banyaknya permintaan, para donatur mengumpulkan dana untuk menambah enam kamar, dan setiap kamar terdiri dari dua tempat tidur (untuk pasien dan pendampingnya). Karena sebagian besar pasien kanker menjalani chemo bergantung pada caregiver (pendamping) untuk mengantar dan mendampingi karena ada penderita yang tidak bisa bangun sehingga harus dibantu. Dari semua pasien yang tinggal di rumah singgah, hanya seorang asal NTB yang tanpa pendamping,” ujarnya setelah menjenguk pasien ke kamarnya masing-masing dan memberikan amplop putih berisi sejumlah uang.

Kata Bude Karwo, “Kepedulian YKI terhadap pasien kanker, selain menyediakan rumah singgah, YKI juga melakukan upaya preventif promotif agar tidak bertambah lagi, karena penderita kanker pada umumnya datang memeriksakan diri ke dokter 70 % sudah dalam kondisi stadium lanjut. Saya harap masyarakat bisa ikut bersama-sama untuk berpola hidup sehat untuk mencegah timbulnya penyakit kanker. Promotif preventif bisa dilakukan melalui vaksinasi, terutama bagi yang belum menikah,” harapnya.

Di Jatim penderita kanker payudara tercatat 5.127 orang, servics 3.813 orang, paru 1.867 dan kanker hati 1.193 orang. “Banyak yang tidak memeriksakan karena malu,” tambahnya.

Seusai sambutan, Bude Karwo mendapat surprise dari pengurus YKI dengan diperdengarkan lagu ‘Selamat Ulang Tahun” dipimpin oleh dr Agus Ali Fauzi (ahli paliatif). Ternyata kejutan ini membuat Bude Karwo terharu sampai menitikkan air mata, tidak menyangka mendapat kejutan bertepatan dengan hari ulang tahun Bude Karwo ke-55.

Dengan suara parau karena haru, Bude menambahkan “Hal ini bukan rencana saya lho, saya tidak tahu sama sekali, terima kasih, terima kasih atas semua perhatian dan doanya,”

Dilanjutkan dengan memotong tumpeng, potongan pertama diserahkan kepada pasien yang bernama Rumini asal NTB yang tinggal di rumah singgah dan menjalani chemo sendiri tanpa pendamping karena suaminya guru SD di NTB.

Karena hari yang special bagi Bude Karwo, pakde Karwo dengan pakaian tidak resmi datang menyusul untuk menemani Bude Karwo menjenguk pasien penderita kanker, kemudian menemani makan siang bersama.

Ketua panitya Dr dr Hendrian D Soebagyo mengatakan, pembangunan tahap II rumah singgah sasana Mardi Husada ini direncanakan akan selesai dalam wakku tiga bulan.

Dr. Hendrian juga menghimbau masyarakat untuk memahami pentingnya pola hidup sehat, termasuk polusi udara (preventif primer) guna mencegah kanker. Selain itu, memberikan edukasi pentingnya deteksi dini (preventif sekunder) penderita kanker dan keluarganya untuk tetap semangat dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Sesuai pelatakan batu pertama yang juga dihadiri Ny Hj Fatma Saifullah Yusuf, Ketua Dharma Wanita Prov Jatim Chaerani Yuliaty Akhmad Sukardi, S.Sos, Asisten Sekda prov Jatim bidang Kesra Dr Asyhar, pengurus Tim Penggerak PKK, dan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Prov Jatim, dilanjutkan dengan seminar kanker dengan pembicara tuggal Dr Agus Ali Fauzi (Ahli Paliatif). (Humas Setda Prov Jatim Sil/pe/syam)

post-top-smn

Baca berita terkait