Tuesday, 19 November 2019

Warga Kecewa Sistem Bantuan Pangan Non Tunai

post-top-smn

Lamongan, suaramedianasional.co.id – Warga di Lamongan tenyata tak semua setuju dengan bantuan pangan non tunai (BPNT) yang mulai terkucur sejak Nopember tahun ini. Selain merasa bahwa nilai bantuan yang diwujudkan pangan itu tak setara jumlah yang disebut, sebagian warga yang merasa kekurangan ternyata tidak tercover bantuan tersebut.

Salah satu penerima bantuan pangan non tunai di Lamongan, menunjukkan barang bantuan yang diterimanya.

Sisten non tunai ini memberikan kartu pda penerima bantuan yang kemudian dapat menukarkannya pada warung elektronik atau e-warung yang sudah ditentukan. Menurut Paji, 52 tahun, di Dusun Sumberpanggang Desa Lopang Kecamatan Kembangbahu,banyak yang memprotes karena menilai bantuan yang dijanjikan sejumlah Rp 110 ribu itu tak sesuai dengan barang yang diterima. “Hanya beras dan telur, kami rasa nilai bantuan ini tidak sampai pada harga Rp 110 ribu,” ungkapnya.

Warga yang belum biasa dengan penukaran memakai kartu  elektronik juga merasa tidak dibantu dan menilai pihak BNI maupun penyelenggara e-warung, masih belum siap melayani. Warga desa merasa bantuan berupa uang akan lebih efektif mereka belanjakan sendiri agar tidak hanya menerima beras dan telur.

Sementara itu Sekdin Sosial, Mugito menyatakan, bantuan dari pemerintah sudah jelas diberikan dalam bentuk non tunai. Tujuannya adalah membantu pemenuhan kebutuhan pangan mereka sehingga tidak mungkin diserahkan dalam bentu uang tunai. “Masyarakat miskin pun dapat terbantu kebutuhan pangan mereka, uang yang didapatkan dari hasil bekerja atau berkarya bisa dipergunakan untuk kebutuhan lain karena beras dan telur sudah dibantu,” ungkapnya.

Mugito juga menjamin, apabila dalam pengambilan barang ada sisa dana yang ada dalam ATM akan dapat diakumulasikan pada bulan berikutnya dan terhitung sebagai saldo. (abq)

post-top-smn

Baca berita terkait