Sunday, 20 October 2019

Walikota  Probolinggo  Ambil  Sumpah  16 ASN

post-top-smn

Para ASN yanga diambil sumpahnya oleh Walikota Probolinggo
HJ.Rukmini.Sh.Msi .

 

Probolinggo, SMN – Walikota  Probolinggo , hari ini  (16/8) akan diambil sumpahnya untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pemerintah Kota Probolinggo, melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengambil sumpah 16 calon PNS. Mereka menerima surat keputusan Wali Kota Probolinggo tentang pengangkatan mereka sebagai PNS. Pegawai yang diambil sumpah hari ini terdiri dari sebelas bidan, dua penyuluh pertanian, dan tiga lulusan dari IPDN.

Kasubbid Mutasi Fungsional pada BKPSDM, Mochamad Sholehudin mengatakan, bidang dan penyuluh pertanian tersebut awalnya merupakan pegawai tidak tetap (PTT) yang diangkat oleh pemerintah pusat yang bertugas di Kota Probolinggo. “Seleksi untuk pengangkatan PNS inipun dilakukan oleh pemerintah pusat,” katanya. Sama seperti pencalonan PNS, para pegawai tersebut juga melalui seleksi administrasi dan tes CAT (Computer Assisted Test). Awalnya, terdapat 12 bidan PTT yang mendaftar, tetapi hanya 11 orang yang lulus.

Wali Kota Probolinggo,HJ. Rukmini.Sh.Msi  setelah mengambil sumpah, berpesan kepada para PNS tersebut untuk memahami makna dari sumpah janji yang mereka lakukan karena mengandung tanggung jawab, bukan hanya sekedar pelengkap. ”ASN (Aparatur Sipil Negara) dituntut integritas, profesionalisme, netral dan bebas dari intervensi politik dan memberikan layanan secara maksimal,”

Wali Kota juga mengingatkan agar ASN harus meningkatkan kualitas kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi sehingga mampu mendorong produktifitas kerja ASN. “Semoga ASN yang baru diangkat ini dapat memegang amanah dan mampu bertanggung jawab dan selalu meningkatkan kedisiplinan dalam tugas sehari-hari.”

Salah satu penyuluh pertanian, Yudiono mengaku sangat senang dengan pengangkatannya sebagai PNS. ”Saya mulai bekerja sebagai PTT tahun 2008 dengan jabatan tenaga harian lepas, tenaga bantu penyuluh pertanian,” katanya. Tak berbeda dengan Yudiono, Wiwin Wulandari bidan yang berdinas di puskesmas pembantu Pakistaji Kecamatan Wonoasih pun merasa senang. “Senang sekali”. (EDY)

post-top-smn

Baca berita terkait