Sunday, 20 October 2019

Tingkatkan Mitigasi Desa Rawan Longsor di Wilayah Lereng Gunung Wilis

post-top-smn

Kediri Bupati

Foto: Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno bersama warga desa

Kediri, SMN – Musim penghujan tengah menyelimuti hampir seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Kediri. Hujan hampir tiap hari terjadi setiap saat, baik itu pagi hari, siang, sore juga tengah malam. Intensitas hujan yang terjadipun juga tak menentu, bisa gerimis atau bahkan hujan deras yang disertai angin.

Intensitas hujan yang tinggi pada musim penghujan seperti ini dapat berdampak negatif dalam waktu yang sangat singkat. Bencana tanah longsor telah terjadi di Kabupaten Kediri, salah satu desa terdampak longsor yang parah adalah Dusun Jeti Desa Blimbing Kecamatan Mojo. Disini terdapat 17 rumah warga Desa Blimbing rusak parah akibat longsor yang terjadi pada hari Sabtu malam (14/2). Menurut beberapa kesaksian warga, hujan deras yang mengguyur Desa Blimbing sejak sore hari memicu longsornya tanah.

Sejatinya Desa Blimbing berada di daerah pegunungan, tepatnya di lereng gunung Wilis. Struktur tanah yang miring dan intensitas hujan yang tinggi di daerah dataran tinggi menjadikan tanah di wilayah tersebut menjadi gembur sehingga rawan longsor.

Kediri Bupati1

Akibat dari kejadian longsor tersebut, dusun di Desa Blimbing bagian atas terisolir, sekitar 300 kepala keluarga masih belum bisa dijangkau karena putusnya akses jalan desa. Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya membuka jalan agar warga bisa turun ke bawah. Bersama dengan TNI, Polri, Tagana (Taruna Siaga Bencana), BPPD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), para relawan dan warga sekitar bersatu padu untuk membersihkan longsoran tanah dan memperbaiki infrastruktur yang rusak. Selain itu juga dilakukan pembenahan akses untuk air bersih yang sangat diperlukan warga korban bencana longsor tersebut.

Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno melakukan peninjauan langsung ke tempat terjadinya longsor pada hari Rabu (17/2), bersama BPPD, BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa), Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Umum dan didampingi Camat Mojo serta Kepala Desa Blimbing di rumah-rumah penduduk yang rusak akibat terkena longsor.

Dalam kesempatan tersebut dr.Hj.Haryanti Sutrisno mengatakan bahwa BPPD Kabupaten Kediri agar segera melakukan koordinasi dan kerjasama dengan Dinas dan Instansi terkait seperti Dinas PU TNI, POLRI, Tagana dan relawan untuk menindaklanjuti pengembalian kondisi rumah dan infrastruktur yang rusak menjadi normal kembali.

Selain itu dr.Hj.Haryanti Sutrisno mengingatkan kembali bahwa musim hujan saat ini intensitasnya masih tinggi sehingga Mitigasi oleh BPPD dan Instansi terkait untuk desa-desa rawan longsor di wilayah lereng Gunung Wilis Kabupaten Kediri lainnya harus selalu dilakukan dan ditingkatkan. Sehingga dengan demikian korban jiwa akibat bencana longsor di wilayah tersebut dapat diantisipasi dan dihindari.

Untuk itu penanaman penghijauan pohon-pohon penahan air (Trembesi, Mahoni, Jati dll.) terhadap desa-desa di lereng Gunung Wilis harus digalakkan. Pohon-pohon tersebut dapat mencegah dan menahan terjadinya bencana longsor, jangan menebang pohon sembarangan dan jangan hanya menanam tanaman sayuran dan rumput makanan ternak saja dilereng tersebut, sehingga mengakibatkan struktur tanah menjadi gembur dan mudah longsor. Imbuh dr. Hj. Haryanti Sutrisno. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait