Wednesday, 18 September 2019

Tim Pembina Kota Sehat Prov. Jatim Verifikasi Lapangan di Kota Mojokerto

post-top-smn
Wali kota Mojokerto Mas’ud Yunus saat menemui Tim pembina Kota Sehat Provinsi Jawa Timur di Ruang Nusantara Kantor Pemkot Mojokerto

Wali kota Mojokerto Mas’ud Yunus saat menemui Tim pembina Kota Sehat
Provinsi Jawa Timur di Ruang Nusantara Kantor Pemkot Mojokerto

 

Mojokerto Kota, SMN – Dalam rangka verifikasi lapangan penilaian kota sehat 2016, Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Propinsi Jawa Timur berkunjung ke Pemkot Mojokerto. Ditemui Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus di Ruang Nusantara Kantor Pemkot Mojokerto, pertemuan ini juga diikuti Sekda Mas Agoes Nirbito Moenasi Wasono, Kepala SKPD, Camat, Lurah dan Forum Kota Sehat Kota Mojokerto,Selasa,9 Agustus 2016.

Ahmad, Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Propinsi Jawa Timur menuturkan bahwa pada tahun genap tim pembina melakukan pembinaan dan verifikasi lapangan ke kabupaten/kota. Dan pada tahun ganjil terdapat penganugerahan kota sehat yaitu “Swasti Saba” tingkat nasional.

“Kita ingin kabupaten/kota yang terpilih dalam verifikasi lapangan mendapatkan pembinaan agar jeda waktu yang ada dapat dilakukan perbaikan sehingga ada harapan untuk mendapatkan penghargaan sebagai kota sehat tingkat nasional tahun 2017,” jelasnya.

Periode ini, ada 36 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang masuk verifikasi tingkat nasional.

Wali Kota Mas’ud Yunus dalam sambutan penerimaannya menjelaskan visi misi Kota Mojokerto yaitu terwujudnya Kota Mojokerto sebagai service city yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral. Wali Kota juga menjelaskan tiga unsur indeks pembangunan manusia yakni pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

Dari unsur kesehatan misalnya Wali Kota Mojokerto berkomitmen dan berupaya memberikan akses dan pelayanan yang nyaman bagi warga Kota Mojokerto. Terobosan yang paling dirasakan manfaatnya yaitu program kesehatan gratis yang dicanangkan sejak Januari 2013 dan program ini diwujudkan sebelum program jaminan kesehatan nasional digulirkan.

Program lainnya yang diunggulkan Wali Kota Mas’ud Yunus yaitu adanya gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Terintegrasi di Kota Mojokerto oleh kader motivator kesehatan di masing-masing RW. Tugas dari kader motivator kesehatan yaitu melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pemantauan jentik nyamuk setiap hari Jumat.

“Disamping itu kader motivator kesehatan juga mempunyai tugas untuk memotivasi masyarakat di wilayahnya untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” terangnya.

Kader motivator juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan posyandu balita dan lansia. Juga melakukan pendataan kesehatan terkait jumlah ibu hamil, bayi, balita, status gizi dan imuniasi.

Dengan PSN Terintegrasi ini Wali Kota yang juga selalu turun langsung ke rumah-rumah warga setiap hari Jumat. Wali Kota Mas’ud Yunus mengakui banyak sekali hasil dari dilakukannya PSN Terintegrasi tersebut.

Selain mengamati jentik, Wali Kota selalu mendatangi rumah-rumah warga yang dengan kesehatan yang perlu penanganan serius kemudian memotivasi mereka agar mau berobat dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis.

Usai penerimaan di Kantor Pemkot, Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Propinsi Jawa Timur yang berjumlah tiga orang tersebut kemudian melakukan verifikasi lapangan. Antara lain mendatangi Pokja Kelurahan Balongsari, FKKS Kecamatan Magersari, TPA Randegan, Posyandu Malabar, Kampung Berseri dan pengolahan air limbah rumah tangga di lingkungan Merbabu, Pokja Kelurahan Wates Gerakan Anti Asap Rokok, ODF dan berkunjung ke Sekolah Adiwiyata SMAN 2 Mojokerto. Juga melakukan kunjungan ke Posbindu Jagalan, Sanimas Jaglor, Green House Karang Kitri dan Pokja Kelurahan Surodinawan.

post-top-smn

Baca berita terkait