Friday, 20 September 2019

Temui Komunitas Buruh, Johan Budi Janji Bawa Aspirasi Mereka ke Presiden

post-top-smn

Deklarasi dukungan komunitas kaum buruh Ngawi-Magetan untuk Capres Jokowi-Ma’ruf Amin dan caleg DPR RI Johan Budi, dilakukan di Ngawi Minggu (24/2)

Ngawi, suaramedianasional.co.id  – Soal kesejahteraan buruh menjadi saah satu yang dikemukakan ratusan perwakilan buruh dari Magetan dan Ngawi, saat bertemu Johan Budi, caleg DPR RI dari PDI Perjuangan, untuk daerah pemilihan Jatim VII yang meliputi Magetan, Ngawi, Trenggalek, Pacitan dan Ponorogo. “Memang sengaja dalam langkah saya sebagai caleg, salah satunya bertemu dengan berbagai komunitas dan hari ini saya bertemu dengan komunitas buruh dari Ngawi dan Magetan,” ujar Johan Budi, Minggu (24/2).

Johan Budi menganggap pertemuannya selain menjadi ajang memperkenalkan diri pada masyarakat dan komunitas, juga sekaligus menyerap aspirasi, keluhan dan masukan mereka. Dia menyadari bahwa tidak semua kebijakan dari atas dianggap pas oleh masyarakat di pedesaan dan daerah pelosok, sehingga perlu disampaikan ke pemerintah. Apalagi Johan Budi juga menjadi caleg dari partai utama pendukung Joko Widodo, presiden yang sekarang menjadi capres yang diusung PDI Perjuangan. “Perlu dilakukan oleh caleg  untuk menyaring apa yang terjadi di level bawah dan menengah,” ujarnya.

Soal kesejahteraan, kebijakan impor gula dan kenaikan upah, menjadi beberapa tema yang disampaikan kaum buruh pada Johan Budi selama pertemuan beberapa jam di salah satu resto di Ngawi tersebut. Ratusan buruh tersebut juga mendeklarasikan dukungan mereka pada Johan Budi dan capres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dalam Pemilu mendatang.

Selain Johan Budi, beberapa caleg PDI Perjuangan untuk DPRD Kabupaten Ngawi juga turut hadir. Diantaranya terdapat Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga caleg DPRD Ngawi dari dapil 6 dan Slamet Riyanto, caleg DPRD Ngawi dari dapil 5. Antok, sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko, mengaku senang karena ada perhatian dari caleg-caleg DPR RI untuk komunitas-komunitas buruh di daerah. Seperti yang dilakukan Johan Budi tersebut. “Sehingga mereka juga bisa melihat langsung keluhan masyarakat  daerah saat ada kebijakan pemerintah pusat yang belum dimengerti atau mungkin dirasakan kurang pas,” tutur Antok. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait