Sunday, 22 September 2019

Tambang Emas Tumpang Pitu (PT. BSI) Dinilai Belum Keluarkan Golden Share

post-top-smn
Keterangan : Foto Ketua Lsm Rejowangi, Muji saat diwawancarai sikapi pro kontra tambang di gunung tumpang pitu.

Foto Ketua Lsm Rejowangi, Muji saat diwawancarai sikapi pro kontra tambang di gunung tumpang pitu.

Banyuwangi, SMN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dinilai tidak tegas dalam memberikan peluang pengelolaan tambang emas di gunung tumpang pitu pesanggaran yang saat ini dikelola oleh PT BSI, karena hingga kini golden share yang seharusnya direalisasikan belum terwujud secara nyata.

Menurut keterangan ketua LSM Rejowangi, Muji ketika dikonfirmasi SMN mengatakan, bahwa tambang emas yang saat ini dikelola oleh PT BSI dinilai masih belum mewujudkan golden share yang seharusnya diberikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk kepentingan masyarakat Banyuwangi.

Sementara ini, pihak BSI hanya memberikan sejumlah CSR yang peruntukkannya bagi sejumlah titik kecil masyarakat yang ada disekitar lingkungan tambang dan beberapa bantuan ke sejumlah Fasos dan fasum.

“Jika pihak PT BSI sudah mengeluarkan CSR semestinya, Golden Share juga turut direalisasikan dan disampaikan secara terbuka atau transparan ke publik. Kami berharap Pemkab Banyuwangi bersikap tegas dalam menyikapi pertambangan yang ada di Banyuwangi. Apabila dalam melakukan pertambangan bisa membuahkan hasil semestinya ada keseimbangan yang peruntukannya bagi kepentingan masyarakat,” Ungkapnya.

Selain itu, pro dan kontra dalam pengelolaan pertambangan di Banyuwangi bisa dikatakan masih menyisahkan sejumlah persoalan sehingga perlu dilakukan evaluasi dan mencarikan solusi yang tepat dengan harapan tidak dimanfaatkan oleh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan dan mementingkan keuntungan tanpa perduli akan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan mengkaji setiap langkah pemerintah agar hak – hak warga masyarakat bisa terpenuhi sesuai dengan aturan yang menjadi kewajiban mereka,” Terangnya.(Edhi Prasetyo)

post-top-smn

Baca berita terkait