Thursday, 17 October 2019

Taman Semeru Sudah Terbuka Bagi Masyarakat

post-top-smn

= PROBOLINGGO - TAMAN SEMERU

Probolinggo, SMN – Usai diresmikan, Taman Semeru sudah bisa dikunjungi oleh masyarakat. Meski sebenarnya, sudah cukup banyak warga yang mengajak teman, maupun keluarga untuk mengunjungi taman tersebut,  sebelum peresmian.

Ini berdasarkan penuturan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tutang Heru, di sela-sela acara peresmian taman.  “Mulai sore hari, khususnya hari libur, (Taman Semeru, red.) ramai dikunjungi masyarakat sekitar.  Apalagi  tidak ada biaya,” ucapnya.

Sampai dengan saat ini pengelolaan Taman Semeru masih ditangani oleh kontraktor pelaksana, CV Faradis Mulia. Mengingat masih dalam tahap pemeliharaan  hingga 6 bulan mendatang, tepatnya berakhir bulan Mei 2015.

“Jika sudah habis masa garansi/ pemeliharaan, baru akan dikelola oleh BLH.  Selanjutnya akan ditempatkan personil untuk menata maupun menjaga taman itu. Dengan begitu bisa terawat keberadaannya,” imbuh mantan Camat Mayangan itu.

Menurutnya, ada beberapa masukan dari warga sekitar maupun pengunjung Taman Semeru. Contohnya, dibutuhkan pagar sehingga lebih rapi dan indah. Lampu penerangan yang masih kurang, sehingga perlu penambahan. Khususnya malam hari, biar lebih bagus apabila ditambahkan lampu sorot juga.

“Memang harus bertahap. Dan akan dievaluasi setelah diserahkan ke BLH. Namun saya juga berharap masyarakat ikut menjaga keberadaan taman ini. Supaya tidak rusak dan dipakai untuk hal-hal yang negatif,” pintanya.

Namun demikian, Dinas Pekerjaan umum menjelaskan, jika fasilitas yang terbangun di Taman Semeru sudah mencerminkan 6 dari 8 atribut kota hijau yaitu: Green open space, berupa 16 jenis tanaman yang tersedia. Green transportation, berupa jalan paving, parkir sepeda, serta lantai terapi.
Green water, berupa pembuatan sumur resapan, kolam teratai, wastafel, dan air bersih. Green waste, berupa tempat sampah dan komposter. Green building, berupa rumah jaga dan toilet, rumah baca, gazebo, area bermain anak. Green energy, berupa listrik tenaga surya dan pemakaian lampu LED untuk seluruh taman dan bangunan.

Anggaran Taman Semeru berasal dari dana APBN melalui program P2KH, dengan nilai kontrak sekitar Rp. 829 juta lebih. Taman tersebut dibangun diatas tanah asset Pemerintah Kota seluas 5600 meter persegi. (opt/edi)

post-top-smn

Baca berita terkait