Tuesday, 19 November 2019

Rumit, Pedagang Pasar Walikukun Keluhkan e-Retribusi

post-top-smn

Pertemuan Komisi III dengan UPT Dinas Perdagangan Printaker Pasar Walikukun, Rabu (10/10).

NGAWI, Suaramedianasional.co.id – Sistem pembayaran retribusi pasar secara elektronik, menjadi keluhan pedagang Pasar Walikukun, Kecamatan Walikukun. Mereka rata-rata menganggap e-retribusi rumit dan ribet. “Pedagang juga mengeluhkan adanya potongan sebesar Rp 5 ribu per bulan sebagai biaya administrasi bank,” ungkap Wahyudi, Kepala UPT Pasar Walikukun, Kecamatan Widodaren.

Keluhan ini terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) oleh Komisi III DPRD Ngawi ke Pasar Walikukun, Rabu (10/10). Pengurus UPT Pasar Walikukun sendiri juga masih menghadapi kendala karena alat yang bisa digunakan hanya satu unit. Pada bagian selatan pasar juga mengalami kendala blank spot sinyal sehingga pembayaran elektronik tak bisa dilakukan.

Saat ini, pihak UPT baru memberlakukan e-retribusi untuk pedagang kios saja dan pada pedagang ojokan masih dikenakan penarikan retribusi secara tunai (konvensional). “Itu pun belum menjangkau seluruh pemilik kios karena beberapa kendala tadi, bahkan banyak pula yang ingin kembali membayar secara tunai saja,” ungkap Wahyudi.

Saat ini, ada sekitar 840 pedagang baik kios, los maupun ojokan. Target pemasukan retribusi dari parkir kendaraan tahun 2018 sebesar Rp 20,5 juta. Sementara dari sektor retribusi pedagang ditarget Rp 260 juta. “Sampai 10 Oktober ini, retribusi parkir tercapai 77, 43 persen sementara untuk retribusi pedagang tercapai 78,8 persen. Kami optimis dapat mencapai target yang ditetapkan,” kata Wahyudi.

Komisi III sendiri mengaku sidak ini sebagai tindak lanjut pasca Pasar Walikukun direvitalisasi beberapa bulan lalu. Namun, menurut Wakil Ketua Komisi III, Yuwono Kartiko, masih banyak pembenahan yang harus dilakukan setelah mendengar keluhan pedagang dan kendala yang dialami UPT Dinas Perdagangan Kecamatan Walikukun. “Soal keluhan adanya potongan biaya administrasi atas tabungan para pedagang, akan kota koordinasikan dengan Bank Jatim,” ujar Mas King, sapaan akrabnya.

Pemberlakuan e-retribusi pedagang pasar ini, dikerjasamakan dengan Bank Jatim. Hal itu juga sering dianggap sebagai salah satu langkah efektif dan efisien dalam menghimpun pendapatan dari retribusi pedagang pasar dan parkir. “Pengelolaan di Pasar Walikukun menjadi pilot project pelaksanaan e-retribusi di Ngawi, nanti akan kita bahas lagi bersama pihak bank dan dinas terkait,” tegas Yuwono Kartiko. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait