Sunday, 22 September 2019

Road Show Trenggalek Membangun Tinjau Beberapa Infrastruktur di Kecamatan Gandusari

post-top-smn
Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc bersama tim Safari meninjau Jembatan yang ambrol akibat Banjir Bandang

Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc bersama tim Safari meninjau Jembatan yang ambrol
akibat Banjir Bandang

Trenggalek, SMN – Safari Infrastruktur atau “Road Show Trenggalek Membangun”, tinjau beberapa infrastruktur di Kecamatan Gandusari, Rabu (2/11). Road show ini meninjau dari satu infrastriktur ke infrastruktur yang telah, sedang dan akan dikerjakan di Kecamatan Gandusari.

Tim Safari yang terdiri Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, Wakil Bupati H. Moch. Nur Arifin, Forkopimda, Anggota DPRD dapil II Trengalek, SKPD terkait, Media dan NGO pemerhati infrastruktur ini, mengawali safari dengan menyusuri jalan di Bukit Kedekan hingga pasar Gandusari yang baru dikerjakan.

Memang ada sebagian jalan ada yang belum dikerjakan. Tim melihat saluran sanitasi yang ada kurang berfungsi sehingga perlunya ada pengkajian, agar saluran ini bisa berfungsi dengan baik.

Tim melanjutkan meninjau pasar Gandusari, yang ditahun 2016 ini mendapatkan pembangunan beberapa los pasar.

Dilaporkan oleh Camat Gandusari Joko Susanto, los pasar yang baru dibangun kemarin saat ini malah dimanfaatkan untuk pedagang hewan berjualan. Pasalnya lokasi pasar hewan yang sangat minim, padahal lebih 300 hewan yang diperjual belikan ketika pasaran tiba. Sehingga pedagang memanfaatkan los baru tersebut.

Bahkan lahan parkir kecamatan juga dipakai tempat parkir pedagang hewan bila pasaran, sehingga merusak pemandangan untuk pelayanan masyarakat. Camat meminta untuk adanya pasar bewan yang representatif di Gandusari, sehingga bisa mengakomodir para pedagang dan pembeli hewan ternak yang diperdagangkan.

Camat Gandusari juga mengusulkan adanya STM di wilayahnya. Menurut Joko, “Gandusari satu-satunya Kecamatan yang belum memiliki STM”.

Dari pasar Gandusari Tim bergeser ke Jembatan Krandegan Dusun Banaran RT 19 RW 9 Gandusari. Masyarakat menyambut gembira kedatangan Tim Syafari ini yang didalamnya ada Bupati beserta wakil Bupatinya yang mereka idam-idamkan.

Talud jembatan ini ambrol karena banjir bandang beberapa waktu yang lalu. Selain itu masyakat meminta jembatan ini di perlebar, bisa untuk dilalui kendaraan roda empat. Pasalnya jembatan ini merupakan akses satu-satunya perekonomian masyakat disekitar jembatan.

Menurut keterangan Plt Kepala Dinas PU, Binamarga dan Pengairan, Ir. Janu Riyanto, jembatan ini akan dibangun pada tahun 2017 nanti dan sudah masuk dalam perencanaan. Dari titik kedua Jembatan Krandegan Tim melanjutkan meninjau pelaksanaan pembangunan Puskesmas Karanganyar Gandusari yang sedang dibangun tahun 2016 ini.

Dijadwalkan bangunan puskesmas senilai lebih dari Rp. 1 miliar ini akan selesai dikerjakan akhir Desember 2016 nanti. Sehingga awal tahun 2017 bangunan gedung puskesmas baru ini sudah bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan diwilayah Karangannyar Gandusari dan sekitarnya.

Tim juga menyempatkan meminjau tembok penahan tanah di belakang puskesmas ini yang mulai tergerus aliran sungai. Pasalnya Puskesmas ini berbatasan langsung dengan sungai yang berada dibelakang Puskesmas.

Bupati Trenggalek menilai penggerusan tanah ini perlu adanya penanganan segera, sehingga erosi tanah tidak semakin parah.

Tim Safari Infrastruktur apresiasi beberapa bangunan Gazebo milik Puskesmas ini. Karena selain bisa digunakan untuk tempat santai juga bisa menambah keindahan puskesmas. Sayangnya ada genangan air ketika hujan tiba di halaman puskesmas, sehingga diperlukan resapan air dan sanitasi yang baik di puskesmas tersebut.

Tak lupa tim ini, sempatkan diri menjenguk beberapa pasien yang sedang manjalani rawat inap di puskesmas, serta menyapa beberapa pegawai puskesmas yang memang menanti kedatangan mereka.

Titik terakhir yang dikunjungi dalam safari infrastruktur di Gandusari ini adalah jembatan penghubung Ngrayung-Wonorejo Gandusari yang talundnya ambrol diterjang banjir. Jembatan ini hanya menyisakan separuh jalan, dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja. Menurut Plt. Kepala Dinas PU, rencananya perbaikan jembatan ini akan dikerjakan tahun 2017 nanti.

Dikonfirmasi mengenai kegiatan Safari Infrastruktur ini, Bupati Trenggalek menyampaikan “kita tadi melewati beberapa infrastruktur yang perlu diperhatikan. Kita tadi memulai dari jalan Kedekan, terus melanjutkan ke Pasar Gandusari”.

“Di Pasar Gandusari los pasar yang baru kita bangun malah menjadi tempat kambing. Kita kekurangan stock tempat untuk pasar hewan. Ada lebih 300 kambing diperdagangkan setiap pasaran”.

“Dilaporkan oleh camat, kita sedang membangun gedung jesehatan hewan baru di Gandusari. Disitu ada tanah yang bisa digunakan untuk pasar hewan, dan rekan-rekan dewan dari dapil sini dan dapil lainnya sudah sepakat”.

“Dari situ kita lanjut ke sebuah jembatan yang dianggap penting oleh masyarakat di Desa Krandegan, yang juga hasil dari musrenbang kecamatan juga. Sehingga akan kita kawal untuk bisa segera kita bangun, agar mobil bisa lewat”.

“Kita tadi juga melihat pembagunan Puskesmas Karanganyar dan pembangunan rest area, yang perlu untuk kita dukung benar. Tapi ada PR plengsengan yang ada di belakang puskesmas. Kalaj kita biarkan bisa menggerus tanah”. Dan terakhir di Gandusari di Jembatan Ngrayung-Womorejo ini”, pungkas Bupati. (hms/adv/kan)

post-top-smn

Baca berita terkait