Thursday, 17 October 2019

Rapat Koordisasi Penutupan Lokalisasi Kedung Banteng di Ponorogo

post-top-smn

Rapat Koordisasi

Ponorogo, SMN – Pemerintah Daerah  Kabupaten Ponorogo serius menindak lanjuti pemberantasan penyakit masyarakat atau pekat yang masih ada di Ponorogo. Setelah sebelumnya pemerintah propinsi yang lebih dahulu melakukan penutupan lokalisasi terbesar se ASIA yang ada di Jawa Timur, kini Pemerintah Kabupaten Ponorogo meneruskan langkah pemprov dengan akan menutup Lokalisasi Kedung Banteng yang ada di Ponorogo.

Langkah-langkah kongkret tersebut mulai diwujudkan kemarin melalui rapat koordinasi penutupan lokalisasi kedung banteng tersebut. Rapat koordinasi tersebut diadakan Selasa, 17 Pebruari 2015 bertempat di ruang pertemuan Bantarangin Pemkab Ponorogo denagn dibuka dan dipimpin langsung oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Ponorogo DR. Drs. Agus Pramono, MM yang mewakili Bupati Ponorogo selaku wakil Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan tersebut Sekda menyampaikan bahwa  penutupan lokalisasi bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan ketentraman di ponorogo serta lebih menegaskan ponorogo sebagai kota santri. Penutupan tersebut akan dilakukan pada bulan Juni 2015 bertepatan dengan bulan ramadhan, dimana setelah bulan ramadhan selesai diharuskan tidak ada lagi PSK yang kembali ke lokalisasi tersebut. Dalam penutupan tersebut juga akan melibatkan daerah sekitar ponorogo seperti wonogiri dan pacitan serta daerah asal dari PSK yang ada di lokalisasi tersebut. Selain tersebut juga ditekankan pentingnya penanganan berkelanjutan dan pemanfaatan eks lokalisasi tersebut agar nantinya tidak kosong terlalu lama.

Seperti diketahui bersama bahwa dari data di Dinas Sosial Ponorogo bahwa saat ini terdapat 176 PSK yang bermukim di lokalisasi. Untuk persiapan penutupan tersebut mereka telah mendapat pelatihan ketrampilan sesuai permintaan masing-masing PSK. Selain itu mereka juga akan mendapat uang saku sebesar Rp 3 juta serta bantuan biaya jaminan hidup selama 6 Bulan sebesar Rp 300.000,-/ Bulan. (hms/adv/wied)

 

 

 

post-top-smn

Baca berita terkait