Sunday, 20 October 2019

Program Pemberantasan Prostitusi di Kota Kediri Tak Maksimal

post-top-smn

Kediri, SMN – Program pemberantasan prostitusi yang dicanangkan Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur sampai saat ini ternyata belum berhasil. Hal ini terbukti dengan adanya praktek prostitusi liar di kawasan Eks Lokalisasi Semampir.

Petugas Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disnaker) setempat menyaksikan sendiri adanya praktek prostitusi tersebut. Petugas mendapati enam Pekerja Seks Komersial (PSK) yang tetap nekat menjajakan postitusi di bekas pelacuran tersebut.

Adanya praktek prostitusi liar tersebut sungguh sangat memprihatinkan. Mengingat Pemkot Kediri telah mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk pemberantasan prostitusi, khusus di Eks Lokalisasi Semampir hingga ratusan juta rupiah.

Lebih ironis lagi, Satpol PP sebagai pasukan penergak perda justu enggan menjaring mereka. Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab mandegnya program penuntasan prostitusi di Kota Kediri.

Dikonfirmasi terkait hal ini Kepala Dinsosnaker Kota Kediri Dewi Sartika mengatakan, ketika praktek prostitusi itu masih berlangsung disana maka ada dua perda yang dilanggar. Masing masing melanggar perda tentang penutupan lokalisasi, dan perda penggunaan kekayaan daerah ” Semua itu bukan domain dari Dinas Sosial, sebab menjadi kewajiban Satpol PP, sebagai penegak perda,” ujar Dewi Sartika, Kamis (19/2/2015)

Dinsosnaker meminta Pemkot melakukan koordinasi terkait pemberantasan kawasan eks lokalisasi, mengingat Satpol PP terksesan lamban menangani. Tak hanya itu, di kawasan eks Lokalisasi Semampir diduga masih terjadi aksi backingisasi dari luar. (brtjatim/yok)

post-top-smn

Baca berita terkait