Tuesday, 12 November 2019

Petilasan Situs Prabu Tawangalun Macanputih Tak Terurus

post-top-smn
Keterangan : Foto Lokasi Petilasan Prabu Tawangalun yang melegenda

Lokasi Petilasan Prabu Tawangalun yang melegenda

“ Masih belum tersentuh rehabilitasi pembangunan, Padahal di Situs ini merupakan bagian dari Sejarah sebelum Kabupaten Banyuwangi ada”.

 

Banyuwangi, SMN – Semakin memprihatinkan, kondisi fisik sebuah tempat peninggalan yang dinilai bersejarah diera peradaban masa lalu. Tepatnya, sebuah peninggalan Situs Prabu Tawangalun yang berjarak 10 Km dari Kabupaten Banyuwangi, terletak di wilayah Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat. Kini, infrastruktur jalan dan tempat situs semakin tak terurus secara layak seperti halnya tempat pelestarian budaya lainnya.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Desa (Kades) Macanputih, Aseri warga Dusun Kopenlangi ketika ditemui SMN dikediamannya mengatakan, diakuinya selama ini mengenai akses jalan dan drainase yang menuju ketempat situs Prabu Tawangalun belum tersentuh pembangunan. Begitupula, dengan bangunan fisik yang sudah lama berdiri disekitar tempat Situs Prabu Tawangalun, Macanputih belum tersentuh pembangunan.

Semestinya, Situs Prabu Tawangalun ini sangat layak untuk mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Terutamanya, pengaspalan jalan dan realisasi pembangunan drainase yang menuju ketempat situs yang dinilai sejak dahulu memiliki sejarah dan disakralkan oleh masyarakat Banyuwangi dan semua pengunjung dari luar daerah Banyuwangi.

Menurutnya, kondisi fisik jalan yang ada disepanjang menuju Situs Prabu Tawangalun sangat rusak parah karena luapan air yang berada diselokan badan jalan mengenangi jalan. Apalagi disaat musim penghujan, seringkali akses jalan sulit untuk dilewati.

“Kami sangat prihatin akan kondisi jalan yang menuju ketempat situs Prabu Tawangalun. Sebenarnya masyarakat sudah lama berharap agar jalan itu bisa teraspal karena hampir setiap hari situs Prabu Tawangalun disinggahi tamu dari luar Banyuwangi ataupun dari warga Banyuwangi sendiri untuk berziarah ditempat itu,” Terangnya.

Selama ini, papan nama penunjuk arah ke tempat Situs Prabu Tawangalun tidak juga terpasang. Sehingga, seringkali para pengunjung yang hendak berziarah menuju kesana salah jalan hingga mengakibatkan tersesat ke Desa tetangga. Yakni, Desa Tambong dan Desa Gombolirang.

“Semoga situs yang sudah dianggap bersejarah yang ada di Desa Macanputih ini bisa terawat secara maksimal. Karena, hal ini merupakan bagian dari peninggalan sejarah adanya kerajaan masa lalu yang ada di Banyuwangi. begitupula, peninggalan bangunan yang pernah ditemukan warga perlu untuk dilestarikan dan dijaga keberadaannya,” Harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi (Disbudpar) melalui Kabid Kebudayaan, Choliqul Ridha mengatakan bahwa peninggalan sejarah situs Prabu Tawangalun sudah terdata dan masuk menjadi agenda sebagai kawasan cagar budaya. Hal ini sudah disampaikan ke Bappeda beberapawaktu lalu. Begitupula, kedepan secara bertahap akan dilakukan pembahasan bersama sejumlah tokoh sejarah dan budayawan untuk membuat replika peninggalan sejarah di era keraton Tawangalun.

“Kita masih menginventarisir semua peninggalan sejarah kerajaan khususnya yang ada di Banyuwangi. Harapannya kedepan semua tempat peninggalan sejarah khususnya yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi bisa terjaga dengan baik dan terawat sehingga sejumlah tempat sejarah tersebut bisa menjadikan sebuah edukasi,” Katanya.(Edhi Prasetyo)

post-top-smn

Baca berita terkait